AGAM/BUKITTINGGIMETRO SUMBAR

100 Pemuda Agam Ikuti Praseleksi Magang ke Jepang, Terima Honor sampai Rp25 Juta per Bulan

0
×

100 Pemuda Agam Ikuti Praseleksi Magang ke Jepang, Terima Honor sampai Rp25 Juta per Bulan

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, melakukan praseleksi sebanyak 100 pemuda di daerah itu untuk magang ke Jepang selama tiga tahun ke depan.
Kegiatan dibuka Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, Yosefriawan, Kamis (18/7) di aula Kantor UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Agam, Lubuk Basung.
Kasi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja, Kusma Betty mengatakan, program magang ke Jepang merupakan program kerja sama Kementrans RI dengan The Association for International Manpower of Medium and Small Enterprises Japan (IM JAPAN) untuk memberangkatkan para pemuda Indonesia ke perusahaan-perusahaan yang ada di Jepang agar bisa menambah ilmu, wawasan serta pengalaman kerja.
”Hari ini jadwal tes kelengkapan administrasi umum dan tes kesamaptaan. Tim penguji nanti terdiri atas LPK Provinsi Sumbar, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam dan Polri/TNI,” terangnya.
Menurutnya, bagi calon peserta yang lulus pra seleksi akan diberikan pembekalan selama 22 sampai 26 Juli oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam mengenai proses yang akan dites di tingkat provinsi sampai nasional di Lembang.
Pemuda Agam yang magang ke Jepang harus melewati delapan tahapan yaitu, pemeriksaan administrasi awal, tes matematika dasar, kesamaptaan tubuh (cek fisik), ketahanan fisik, wawancara, tes kesehatan (medical check up), tes bahasa Jepang dan pembuatan paspor.
Dalam waktu dekat ini, sebut Betty, semua pemuda tersebut akan mengikuti tes kesehatan dan belajar bahasa Jepang secara mandiri.
“Setelah mereka semua lulus hingga tingkat akhir dengan jumlah kuota yang tidak ditentukan, maka akan diberangkatkan ke Jepang sekitar akhir Agustus 2019,” imbuhnya.
Disana, jelas Betty, mereka akan diberi uang saku sebesar Rp8 juta hingga Rp25 juta per bulan sesuai dengan tahapan-tahapan lama pekerjaan. Bulan pertama menerima Rp8 juta, bulan ke-2 selama dua tahun menerima Rp9 juta per bulan dan bulan ke-25 sampai habis kontrak sebesar Rp10 juta.
“Di samping itu mereka juga menerima asuransi hari tua Rp50 juta ditambah tunjangan dana usaha sebesar Rp70 juta untuk modal usaha,” tukas Betty.
Menyikapi hal itu, Bupati Agam melalui Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra berpesan kepada para calon peserta magang ke Jepang untuk mengikuti tes dengan serius dengan menjunjung nilai optimisme yang tinggi karena proses penyeleksian sangat ketat.
“Ini peluang emas bagi adik-adik semua untuk bisa menimba ilmu di negeri Sakura. Jangan cengeng apabila sampai disana nanti, pasang niat yang kuat dan tekadkan dalam hati bahwa sepulang dari sana saudara jadi orang sukses,” harapnya.
Pasalnya, menurut Yosef, bahwa Negeri Jepang sangat dikenal dengan etos kerjanya yang tinggi serta menjunjung tinggi nilai kedisiplinan dalam bekerja.
“Oleh sebab itu, jaga nama baik daerah dan negara. Buktikan bahwa anda orang pilihan yang membawa segudang ilmu dan sampai di rumah tidak lagi menjadi seorang pekerja,” tukas Yosef dalam memberikan semangat. (pry)

Baca Juga  Satbinmas Polres Pesisir Selatan Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SMAN 1 Painan