FLAMBOYAN, METRO – Fenomena gerhana bulan parsial terjadi di Indonesia, Rabu (17/7) dini hari. Di Padang, fenomena alam ini disambut antusias oleh warga di Kelurahan Flamboyan Baru dengan menggelar shalat khusuf serta menyaksikan salah satu kebesaran Allah tersebut.
Warga Flamboyan Baru menyaksikan gerhana bulan tepat pada pukul 03.00 WIB. Sebelumnya warga berkumpul di Masjid Jami’ Ukwuah.
Antusiasnya warga Flamboyan Baru ini bisa dilihat, bahwa ada sekitar 70 warga yang ikut melakukan shalat khusuf , diantaranya shaf laki-laki ada sekitar 3 shaf dan untuk shaf perempuan 4 shaf lebih banyak dari shaf laki-laki yang di imami oleh Ustaz Firdaus Dosen Universitas Muhammadiyah.
Menyaksikan hal fenomena tersebut bukan saja dilakukan oleh jamaah Masjid Jami’ Ukwuah, melainkan pemuda-pemudi setempat juga ada beberapa yang ikut menyaksikan.
Ketua Masjid Jami’ Ukwuah Flamboyan Baru, Mulyadi Bachtiar, Rabu (17/7) mengatakan bahwa sebelumnya warga tidak pernah berencana untuk melakukan shalat sunnah serta menyaksikan langsung gerhana bulan tersebut.
“Kita tidak ada rencana untuk melihat fenomena itu. Sebelumnya, saat tausyiah, Ustaz Firdaus (Dosen Universitas Muhammadiyah) memberikan ceramah fenomena-fenomena alam, salah satunya gerhana bulan. Di dalam ceramah, ustaz menyampaikan hukum dan makna yang didapat ketika melakukan shalat gerhana,” terangnya.
Dijelaskan Mulyadi, dalam ceramah yang disampaikan Ustaz Firdaus, disebutkan, bagi orang-orang yang beriman, hal ini bukan sekadar kejadian alam tanpa makna, tetapi adalah merupakan tanda-tanda dari sebagian kekuasaan Allah yang ditunjukkan kepada ummat manusia. Allah tunjukkan, bagaimana makhluk Allah yang bernama bulan, bumi dan matahari berjalan pada orbitnya.
Ia tak pernah mengingkari ketetapan Allah. Ia selalu tunduk dan patuh kepada qodrat dan iradat-Nya. “Ustaz juga ajak tingkatkan taqwa dan ingatkan bahwa fenomena alam ini tanda kekuasaan Allah,” sambungnya.
Mulyadi juga mengatakan, bahwa ini juga sebagai pengingat bagi manusia agar selalu ingat kepada sang maha kuasa.
“Ini sebagai pengingat bagi kita semua, supaya terus mengingat sang pencipta. Dan senantiasa meningkatkan ibadah kita. Dengan beribadah semoga dijauhkan dari segala musibah,” ujarnya.
Salah seorang warga pemuda kelurahan Flamboyan Baru, Ihsan juga mengatakan bahwa memang benar warganya melakukan shalat sunat serta menyaksikan gerhana tersebut.
“Iya bang, ada semalam, tapi saya tidak ikut bang,” singkatnya. (heu)





