METRO PADANG

Ribuan Pelamar Padati Job Fair, Lulusan S1 Mengeluh Sulit Cari Kerja

0
×

Ribuan Pelamar Padati Job Fair, Lulusan S1 Mengeluh Sulit Cari Kerja

Sebarkan artikel ini

UJUNGGURUNG, METRO – Ribuan pelamar kerja memadati Job Fair yang digelar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar di Jalan Ujung Gurun Nomor 7, Rabu (17/7). Mayoritas pencari kerja adalah lulusan S1 yang berharap bisa menemukan pekerjaan pada Job Fair 2019.
Kuntum Aulia Putri dan Agung Ilham Pratama adalah dua pelamar kerja yang rela mengantre panjang demi mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Mereka mengajukan lamaran ke berbagai perusahaan yang menerima pekerjaan dari lulusan sarjana.
“Kami lulusan Sarjana Ekonomi, coba-coba saja. Siapa tahu lolos, untuk nyari-nyari pengalaman kerjaan,” ujar Kuntum kepada POSMETRO di lokasi Job Fair.
Kuntum dan Agung mengeluhkan, saat ini sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal mereka sudah melamar ke banyak perusahaan, namun sayangnya tidak ada panggilan. Sebagian perusahaan menyebutkan kualifikasi mereka tidak sesuai syarat yang dibutuhkan.
“Perusahaan kebanyakan mencari yang sudah ada pengalaman pekerjaan. Sementara, kami baru lulus kuliah, apalagi kalau enggak ada yang nolongin. Terasa betul susahnya nyari pekerjaan,” lanjut Agung.
Lulusan perguruan tinggi lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Yakni, kurangnya kesempatan untuk mendapat tempat di perusahaan bagi fresh graduate alias lulusan baru. Ujungnya, kata seorang fresh graduate bernama Debbi Agustin, dia terpaksa bekerja di bidang-bidang umum, sama dengan lulusan SMA.
“Saya pernah bekerja di perusahaan kargo, saya lulusan S1 dan teman saya lulusan SMA. Tapi posisinya sama-sama jadi costumer service. Rasanya gimana ya, daripada menganggur waktu itu, saya sudah lulus kuliah tidak mungkin minta jajan sama orang tua,” ungkap Debbi.
Dengan diadakannya Job Fair ini, Debbi berharap diterima bekerja di salah satu perusahaan yang dihadirkan Disnakertrans walaupun dia harus bersaing dengan ribuan pencari kerja. Namun, dia mengeluhkan banyak panitia pelaksana memulai membuka standnya terlambat.
“Mudah-mudahan diterima, kalau dilihat antreannya luar biasa panjangnya tentu ini saingannya juga banyak. Tapi optimis saja, semoga diterima kerja di bidang yang pas dengan lulusan saya,” harap wanita berhijab itu.
Pantauan POSMETRO di lokasi Job Fair, sekitar ribuan pencari kerja sudah memadati gerbang kantor Disnakertrans Sumbar meski acara belum dibuka. Para pencari kerja yang tampak didominasi muda-mudi usia 20-an tahun ini membawa map. Beberapa diantaranya tampak mengisi formulir di kertas di sebuah lapak pedagang sate.
Di bagian belakang kantor Disnakertrans, setidaknya ada beberapa stand yang terpasang plang nama perusahaan. Diantaranya, PT. Andalan Mitra Prestasi, PT. Bank Pembangunan Daerah Sumbar atau Bank Nagari, LPK Al Fadani, TT. Elang Perkasa, PT. Honda Gajah Motor, PT. Cahaya Mitra Mulya, dan lainnya.
Tersedia 1.700 Lowongan Kerja
Kepala Disnakertrans Sumbar, Nasrizal mengatakan, Job Fair bertujuan sebagai sarana dan fasilitas bagi pencari kerja untuk mendapatkan informasi dan publikasi lowongan yang diberikan oleh perusahaan peserta, dan sekaligus dapat melakukan rekruitmen sesuai dengan kualifikasi dan persyaratan yang diberikan perusahaan atau pengguna jasa.
Selain itu, sebut Nasrizal, Job Fair 2019 merupakan kegiatan strategis pemerintah dalam rangka mengantisipasi lonjakan pertumbuhan angka penggangguran di Sumbar, terutama menjembatani lulusan SMK dan perguruan tinggi yang masuk ke pasar kerja tahun ini.
“Untuk itu, kita berharap dengan kontribusi pihak perusahaan-perusahaan di daerah maupun nasional dapat mengambil peran dalam kegiatan ini dengan membuka dan mempublikasikan lowongan kerja kepada pencari kerja di Sumbar,” ujar Nasrizal.
Sementara, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Sumbar, Wilson mengatakan, setidaknya ada sekitar 1.700 lowongan yang tersedia di Job Fair. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari pada 17-18 Juli.
Wilson menyebut, ada sekitar lebih kurang 60 perusahaan yang akan ambil bagian dalam kegiatan ini. Mungkin akan bertambah, sebab hingga data hari ini sudah ada sekitar 40 perusahaan yang menyatakan keikutsertaannya.
Perusahaan yang akan membuka stand di pameran bursa tenaga kerja ini merupakan perusahaan dari tingkat lokal maupun nasional. Namun, untuk perusahaan pasti yang diutamakan jumlah yang ikut serta lokal. Tetapi perusahaan lokal ini levelnya sudah setara nasional, perusahaan yang benefitlah.
“Sekitar 1.700 lowongan pekerjaan untuk pencaker, dan diharapkan nanti ada yang dapat diterima bekerja dari perusahaan yang membuka lowongan pekerjaanya pada pameran bursa kerja tahun ini,” sebut Wilson.
Untuk diketahui, pencaker yang ditempatkan pada tahun 2018 lalu, ada sekitar 7.595 pencaker, dengan rincian laki-laki 3.917 pencaker dan perempuan 3.678 pencaker. “Jumlah itu, tidak hanya dari laporan evaluasi pameran bursa kerja saja. Namun, juga dari berapa laporan dari kabupaten dan kota, yang kita lakukan pendataannya dengan pengambilan ikhtisar statistiknya,” tutur Wilson. (mil)

Baca Juga  Kejahatan Seksual terhadap Anak makin Mengerikan, Wako Pa­dang Janji Kawal Kasus Sampai Tuntas