PADANG, METRO – Memiliki kesempatan mendapatkan kembali marwah tim Semen Padang FC ketika bermain didepan pendukung sendiri, namun kesempatan tersebut harus pupus, setelah tim kebanggaan urang minang ini kembali harus mengakui keunggulan tim tamu lagi, kali ini Bhayangkara FC pada lawatannya di pekan kedelapan Liga 1 Indonesia yang berahkir 2-3 di Stadion GOR H Agus Salim (GHAS), Padang, Rabu (17/7). Tiga kekalahan beruntun di kandang, Semen Padang makin terbenam di dasar klasemen.
Hasil buruk tersebut justru semakin membuat Semen Padang kian terpuruk di dasar klasemen dengan torehan 3 poin, yang hingga pekan kedelapan ini masih saja belum mampu mencapai kemenangan pertamanya. tim Semen Padang malah seperti mengobral poin di depan pendukungnya sendiri.
Meskipun sempat unggul beberapa menit melalui sundulan Karl Max Bathelemy pada 32. Namun euforia gol tersebut berhenti dua menit kemudian, Herman Dzumafo Epandi berhasil lakukan gol balasan pada menit ke-34. Kemudian gol kedua Dzumafo terjadi pada babak kedua pada menit 51, dan Alsan Sanda pada menit ke 57 dan Semen Padang berhasil memperkecil ketinggalan melalui sundulan Dedi Gusmawan memanfaatkan sepakan pojok oleh Dedi Hartono pada menit 62, yang skor ahkir kemenangan untuk The Guardian (julukan Bhayangkara FC).
Menanggapi hasil buruk tersebut, carateker Pelatih Semen Padang Weliansyah usai laga mengatakan bahwa anak-anaknya sudah berusaha, namun dewi fortuna belum berpihak pada tim tuan rumah. “Saya bertanggung jawab atas kekalahan ini, anak-anak progresnya sudah kelihatan, namun hasil ahkir kita masih belum bisa menang,” ujar Weli.
Weli menambahkan, kekalahan tim yang berjuluk Kabau Sirah ini disebabkan oleh kurangnya konsentrasi pemain, sehingga tim tamu bisa memanfaatkan itu dengan cepat.
“Bhayangkara memang bagus, mereka tenang, dan bisa memanfaatkan kelengahan pemain Semen Padang, yang akhirnya berbuah gol,” katanya.
Weli juga mengatakan bahwa ia sudah berupaya agar permainan kemarin bisa berbuah manis, dengan merotasi beberapa pemain.
“Segala hal sudah diupayakan untuk yang terbaik bagi Semen Padang, Dany yang di setiap pertandingan disoraki sekarang bisa ’pacah talua’ itu salah satu bukti progres, namun ya itu, hasil akhir bagus belum bersama kita,” katanya.
Dikatakannya, bahwa kecolongan dua gol setelah sempat unggul membuat kosentrasi pemainnya buyar.
“Kita akui dibabak kedua tim ini hilang konsentrasi hingga berbuah dua gol, inilah sepakbola salah sedikit saja berbuah fatal,” katanya.
Kecolongan dua gol itu berdampak kepada mental dan fokus pemain yang terus menurun, kendati demikian Weli mengakui bahwa ada perubahan pada transisi permainan dari antar lini.
“Kita belum beruntung, sebenarnya banyak peluang namun hasil belum seperti yang kita inginkan,” katanya.
Terkait lengahnya sisi kanan pertahanan yang dinilai lemah karena dua gol terjadi disana Weli mengungkapkan bahwa akan dievaluasi lagi karena sejumlah rotasi telah doalakukan untuk menutup kelemahan itu.
Sementara itu, Pemain Semen Padang FC Dedi Gusmawan dikesempatan yang sama saat diminta komentarnya terkait laga mengingkapkan bahwa terjadi kelengahan dibabak kedua. “Saya melihat sejumlah pemain kehilangan posisi saat lawan menekan,” katanya.
Ditambahkan, perihal satu gol yang berhasil ia lesatkan Dedi mdngakui bahwa hal itu semakin memompa semangatnya karena ia tak mau tertinggal dan pemain lain. “Bagi saya tampil yang terbaik adalah target di setiap pertandingan. Saya yakinkan hati saya sepakbola adalah hidup saya dan saya cari makan disini dan saya akan selalu berikan yang terbaik,” ungkapnya.
Sementara itu di kubu tim tamu, Pelatih Kepala Angel Alfredo Vera menanggapi hasil baik bagi timnya, ia mengatakan bahwa kemenangan tersebut diperolehnya dengan susah payah, sebab Semen Padang menunjukan permainan yang ngotot.
“Ya kita bersyukur bisa menang, kita bersusah payah menghadapi tim tuan rumah, tapi anak-anak cukup tenang, saya apresiasi dengan pemain,” ujarnya.
“Kita kerja dari awal sampai akhir, kita akui ini pertandingan berat, dari awal sampai ahkir tidak berkurang tempo permainan, dan syukur kita dapat poin tiga,” lanjutnya.
Alfredo juga mengatakan, bahwa semua pemainnya berkontribusi baik, dan ia juga mengatakan bahwa pertandingan kali ini Bhayangkara lebih unggul dari Semen Padang.
“Semuanya ada kontribusi, siapa pemain yang siap itu yang bermain, dan alhasil kita bisa menang, untuk pertandingan kali ini tim saya di atas Semen Padang,” katanya.
Sementara itu, untuk laga selanjutnya, informasi dari MO Semen Padang FC, Rony Valega menginformasikan laga Away SPFC ke Persija pada 21 Juli diakabarkan batal.
“Laga lawan Persija Batal, dan SPFC akan menunggu Persebaya di kandang yang dalam jadwalnya akan digulirkan 28 Juli mendatang,” katanya. (heu)





