TEKAD Pemerintahan Kota (Pemko) Solok dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika di tengah masyarakat sangat serius. Selain memberikan penyuluhan kepada masyarakat umum khususnya generasi muda tentang bahaya dan ancaman narkotika disetiap kesempatan, Pemko Solok juga melahirkan berbagai kebijakan guna menjauhkan generasi muda dari jangkauan pengaruh barang haram tersebut.
Bukan untuk mencari popularitas, namun bagi Wali Kota Solok Zul Elfian bersama Wakil Wali Kota Solok, Reinier keselamatan masa depan generasi muda tidak dapat diabaikan. Angka kejahatan yang melibatkan kalangan generasi muda sangat memprihatinkan. Dan, yang lebih mengejutkan kalangan generasi muda yang terlibat kejahatan penggunaan dan kepemilikan narkoba juga sangat banyak.
“Kita perlu bertindak cepat agar generasi muda kita tidak semakin banyak terjerat oleh penggunaan dan pengaruh narkoba,” tegas Zul Elfian terkait Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).
Namun di balik upaya yang telah diperbuat Pemko Solok dalam menyelamatkan masyarakat dari jeratan narkoba, justru mendapat perhatian dari banyak pihak. Anugerah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar yang diberikan kepada Pemko Solok, akan terus menjadi pendorong untuk terus dan terus melawan peredaran narkoba di Kota Solok.
Penghargaan P4GN diterima langsung oleh Wali Kota Solok Zul Elfian, Rabu (17/7) di Hari Anti Narkotika Internasional, Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari Koperasi ke-72, dan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Penyerahan penghargaan itu juga didampingi Kepala BNNP Brigjen Pol Drs. Khasril.
Menurut wako, ini merupakan suatu bentuk apresiasi kepada Pemerintah Kota Solok yang dinilai berkomitmen terhadap Program Penyalahgunaan Anti Narkoba.
Dilihat dari apa yang telah diperbuat Pemko Solok, penghargaan P4GN yang disematkan bagi Kota Solok tidak lah berlebihan. Diakui oleh Kepala BNNP Sumbar Drs. Khasril bahwa Kota Solok sejak tahun 2011 telah aktif menjalankan program P4GN melalui berbagai kegiatan.
Salah satunya dengan melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba pada masyarakat, tokoh adat dan pelajar. Bahkan, langkah-langkah untuk meyakinkan masyarakat dengan mengantaran pecandu untuk menjalani rehabilitasi ke Balai Besar dan Lokal Rehabilitasi juga mendapat apresiasi.
Belum lagi melaksanakan tes urine bagi ASN di lingkungan pemerintah setiap tahunnya, dan juga menggelar jambore yang diisi dengan acara yang bertemakan P4GN dengan menghadirkan 1.000 peserta dari Pelajar, masyarakat dan Pemuda juga menjadi perhatian BNNP Sumbar.
Selain itu juga membentuk satgas atau relawan anti narkoba pada setiap kelurahan, serta menganggarkan pemberian reward kepada polisi atau masyarakat atas keberhasilan dalam penangkapan pengedar narkoba, juga menjadi bukti bentuk keseriusan Pemko Solok dalam memerangi peredaran serta penyalahgunan narkoba ditengah tengah masyarakat.
Namun, bagi Zul Elfian maupun Reinier selalu menegaskan semua pihak perlu mawas diri terhadap ancaman penyalah gunaan serta peredaran narkoba yang mungkin saja berada di sekitar lingkungan masyarakat. Dan, langkah serta tindakan nyata dalam hal ini sangat diperlukan.
Diakui Zul Elfian, Pemko Solok melalui Kantor Kesbangpol bekerja sama dengan aparat penegak hukum bahkan dengan melibatkan masyarakat secara aktif, terus beupaya mempersempit ruang bagi peredaran narkoba ditengah-tengah masyarakat. Memberikan sosialisasi serta melahirkan berbagai kegiatan yang positif bagi generasi muda dan kalangan pelajar, merupakan langkah menjauhkan generasi muda dari pengaruh penggunaan narkoba.
Namun langkah tersebut diakuinya belumlah cukup karena para pengedar barang haram tetap saja mengincar generasi muda sebagai sasaran empuk dalam memasarkan narkoba demi keuntungan mereka. Sehingga seperti dipertegas Wakil Walikota Solok Reinier, guna mempersempit ruang gerak peredaran barang haram tersebut di Kota Solok, pengawasan terhadap anak-anak oleh orang tua perlu ditingkatkan.
Paling tidak memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak lanjut Reinier akan membuat merekaý merasa dipedulikan dan tidak diabaikan. Sehingga menciptakan suasana kedekatan antara orang tua dengan anak perlu diciptakan.
Untuk itu Pemko Solok menurut Reinier mempunyai pemikiran dengan melahirkan kebijakan dimana anak-anak usia sekolah dan generasi muda akan lebih memaksimalkan waktu dimalam hari untuk belajar dan berkumpul bersama orang tua mereka dirumah. Dengan demikian di malam hari tidak lagi ada anak-anak usia sekolah dan generasi muda yang keluyuran tanpa alasan yang jelas di luar rumah.
”Dengan adanya pengawasan dari orang tua karena anak-anak mereka berada dirumah pada malam hari, selain akan tercipta hubungan yang harmonis antar orang tua dan anak, generasi muda juga akan terjauh dari gaya pergaulan yang tidak benar,” terang Reinier. (vko)





