DHARMASRAYA, METRO – Kondisi jalan utama di Jorong Koto Tuo, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Dharmasraya yang sangat memperihatinkan dan telah banyak menelan korban, mengundang protes warga dan tokoh masyarakat setenpat terhadap pemerintah setempat. Sebagai bukti protes, warga pun akhirnya menanam pohon pisang di lobang-lobang badang jalan.
Kondisinya jalan utama di Jorong Koto Tuo memang sudah terlihat sangat hancur karena banyak lobang. Apalagi, saat saat ini sedang musim penghujan. Kondisi jalan yang kerap tergenang air, tak ubahnya seperti kubangan kerbau. Keadaan ini mewajibkan pengguna jalan mesti hati- hati saat melintasi jalan tersebut.
Bekas galian di badan jalan menjadi lobang- lobang menganga yang mengancam nyawa pengguna jalan kapan saja. Bahkan dari keterangan warga setempat, sering terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. Khsusnya sepeda motor, sering terjungkal akibat masuk lubang yang mengaga.
“Awalnya kondisi jalan ini hanya berlobang kecil dan retak- retak. Saat bulan puasa kemarin ada petugas jalan yang menggali aspal yang retak dan berlobang tersebut, namun setelah itu ditinggal begitu saja. Kini menjadi lobang- lobang bekas galian itu melebar dan semakin dalam sehingga sangat mengancam nyawa pengendara,” ungkap Jhose Riza Ikhwan (30), warga setempat, kepada POSMETRO, Selasa (15/7).
Dia juga mengatakan sudah banyak korban yang berjatuhan. Apalagi di malam hari, tidak adanya lampu penerangan jalan. Kalau hujan, lobang- lobang galian akan dipenuhi air sehingga tidak nampak bagi pengendara yang melintas.
“Kami sebagi masyarakat memohon jalan ini secepatnya diperbaiki. Jangan lagi tunggu korban terus berjatuhan,” harapnya.
Ketua bidang Hukum dan Advokasi KAHMI Dharmasraya, Rifdal Fadli Gindo Bonsu juga mengatakan, masyarakat sudah sangat jenuh dengan semua pencitraan yang dilakukan pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan di seluruh pelosok.
“Buktinya jalan-jalan utama saja masih banyak yang menganga bagaikan danau buatan. Atau mungkin mereka menunggu jatuh korban dulu baru diperbaiki jalan ini. Jangan ketika akan pemilu aja jalan ini diperbaiki,” tegasnya.
Menurutnya, kalau mau merata, pemerintah jangan hanya berikan masyarakat janji-janji, apalagi kalau ada yang protes seperti ini dengan menanam pisang di jalan. “Ini buktikan bahwa pembangunan di Dharmasraya tidak merata,” pungkasnya
Sementara itu, Warga lainnya Surya Miranti ( 42) menyebutkan, sudah cukup warga bersabar dan selalu membantu setiap pengendara yang melintas di kawasan itu. Agar tidak terjadi kecelakaan warga selalu turun ke jalan mengatur lalu lintas. Khususnya pada saat musim hujan.
“Lampu penerangan jalan tidak ada, dan kami atur arus lalu lintas mulai dari siang hingga malam. Kalau malam kami lakukan hingga pukul 01.00 Wib dini hari,” ujarnya
Bahkan pernah ada truk yang sempat terperosok masuk ke dalam lubang hingga menyebabkan kemacetan. Karena tak kunjung diperbaiki, warga juga yang direpotkan akhirnya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Dharmasraya, Andar Atmaja mengatakan, terkait kerusakan jalan tersebut pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab jalan berlobang itu adalah jalan provinsi bukan jalan kabupaten.
“Perawatan dan perbaikannya adalah wewenangnya provinsi. Pihak kabupaten hanya sebatas mengusulkan. Untuk perbaikannya kita sudah laporkan ke pihak Dinas PU Provinsi Sumbar,” pungkasnya.(g)





