PADANG, METRO – Memasuki tahun kesebelas iven balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2019, Dinas Pariwisata Sumbar meminta kabupaten dan kota harus mempunyai daya tarik seperti wisata mulai dari aksesnya, fasilitas dan atraksi. Tujuannya, supaya banyak yang datang ke Sumbar.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mendorong seluruh daerah untuk lebih fokus dalam kemeriahan iven Tour de Singkarak 2019 dengan mengadakan kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat. Termasuk membuka ruang bagi para pelaku ekonomi di Sumbar, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
“Daerah jangan fokus kepada star atau finish saja, harus bisa mensingkronisasikan TdS dengan kegiatan lain. Seperti, membuat atrakasi budaya serta melibatkan UMKM dalam penyelenggaraan TdS,” pinta Oni, Senin (15/7).
Dengan demikian, Oni menilai, kemeriahan perhelatan TdS betul-betul dapat dirasakan masyarakat dan pengunjung. Jika bisa dibarengi kegiatan daerah sehari atau dua hari menjelang TdS. Oni menekankan, jangan sampai hanya panggung saja berdiri saat star atau finish di daerah.
“Akan lebih bagusnya sehari atau dua hari ada kegiatan atraksi budaya atau pesta rakyat dan promosi produk UMKM,” ujar Oni.
Menurut Oni, hal itu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuat gesah TdS menjadi besar. Apalagi ditambah dengan pemberitaan media soal TdS. Selain itu, media massa juga ikut terlibat dalam pemberitaan sehingga gaung TdS semakin besar.
“Kabupaten Kerinci bisa menjadi salah satu daerah momen TdS dengan kegiatan-kegiatan kesenian dan UMKM. Kabupaten yang baru bergabung ini akan memulai kegiatan dari 3 hingga 8 November,” ucap Oni.
Diketahui, tahun 2019 TdS akan melewati dua provinsi, Sumbar dan Jambi. di Sumbar akan melewati 14 Kabupaten dan Kota. Kabupaten Sungai Penuh dan Kota Kerinci, merupakan dua daerah di Provinsi Jambi yang akan dilewati pebalap pada etape tujuh dan delapan.Meskipun ada lintasan antar provinsi, namun etape 7 dari Kayu Aro, Solok Selatan, Sumbar-Dermaga Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi merupakan rute terpendek yaitu 81,5 KM.
Sedangkan rute terpanjang akan ditempuh pebalap pada etape enam, dari Padang Panjang-Kabupaten Solok Selatan, bukan dari Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi -Kabupaten Pesisir Selatan, provinsi Sumbar.
Menurut Oni, hadirnya Kerinci akan dapat memberikan suasana yang baru. Kerinci memiliki pemandangan yang indah, serta suhu udara yang begitu sejuk. Apalagi balap sepeda tahunan itu butuh sentuhan dan inovasi baru agar bisa mempertahankan eksistensi sebagai ajang internasional yang menarik.
“Ini suatu inovasi baru bagi kami, karena selama ini rute TdS yang dilewati hampir semua pebalap yang pernah mengikutinya sudah mengenal lokasinya. Penyegaran ini perlu kita lakukan sebagai daya tarik bagi pebalap sepeda dunia lebih banyak lagi untuk mengikutinya,” tukasnya. (mil)





