BERITA UTAMA

Mantan Caleg Tewas Mengambang di Kolam Nila

0
×

Mantan Caleg Tewas Mengambang di Kolam Nila

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO – Seorang mantan calon legislatif (Caleg) DPRD Agam periode 2019-2024 yang kalah berkompetisi, ditemukan tewas mengambang di kolam pembibitan ikan nila di Kawasan Baru Carano Limau Hantu, Jorong Lubuak Anyia, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Senin siang (15/7) sekitar pukul 13.00 WIB.
Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti meninggalnya korban Adrami (52) warga Labuah Tunggang jorong Lubuak Anyia Nagari Bayua di dalam kolam ikan tersebut. Namun, dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit hati (lever) sejak beberapa tahun belakangan, dan dugaan sementara penyakit itulah yang membuat korban meninggal dunia.
Penemuan mayat mengambang itu sempat membuat warga setempat geger, dan berdatangan ke lokasi untuk menyaksikannya. Pihak kepolisian yang datang setelah mendapatkan informasi adanya penemuan mayat, langsung mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas. Setelah dibersihkan, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.
Informasi yang dihimpun POSMETRO, penemuan mayat itu berawal ketika salah satu warga bernama Wan (38), hendak pergi memberi makan ikan miliknya di keramba yang berada di Danau Maninjau. Namun ditengah perjalanan tempatnya di tempat dikolam bibit ikan nila milik warga sekitar, ia melihat seperti sesosok orang yang mengambang telentang di tengah kolam.
Merasa penasaran dengan sosok yang ada di dalam kolam tersebut, ia lalu mendekati kolam ikan, dan mencoba memanggil orang yang mengambang itu, namun ternyata tidak bergerak dan tidak menyaut. Curiga telah terjadi sesuatu pada orang yang mengambang, Wan kemudian menghampiri lebih dekat, namun ternyata orang yang ada di dalam kolam sudah tidak bergerak sama sekali.
Sontak, Wan berlari ketakutan dan sembari berteriak kepada para petani yang berada di area pesawahan “Oi…oiii marilah ado urang mati di tabek bibit” (oi, oi, kesinilah, ada orang mati di kolam pembibitan ika). Mendengar teriakan, para petani tersebut langsung berlarian ke lokasi kolam bibit ikan untuk melihatnya.
Setelah di cek, dan ditarik ke pinggir kolam, dipastikan korban sudah tidak bernyawa. Salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian, kemudian melaporkannya kepada Polsek Tanjung Raya dan Polres Agam. Tak lama berselang, polisi bersama tim identifikasi datang ke lokasi melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban.
Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi melalui Kasat reskrim Iptu M.Reza mengatakan terkait penemuan mayat di kolam, pihaknya sudah melakukan upaya kepolisian dan sudah mengetahui identitas korban. Setelah ditemukan meninggal, jasad korban dibawa ke Puskesmas Maninjau untuk dilakukan visum luar memastikan ada atau tidaknya kejanggalan kematian korban.
“Dari pengecekan yang dilakukan tim dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka aniaya pada tubuh korban. Setelah identitas korban diketahui, kita berkoordinasi dengan pihak nagari agar bisa memeberi tahu pihak keluarganya. Keluarga sudah datang dan sudah kita mintai keterangan,” kata Iptu M.Reza.
Iptu M.Reza menjelaskan dari riwayat kesehatannya, korban mengalami penyakit lever. Atas permintaan keluarga, jasad korban tidak dilakukan otopsi, dan hanya dilakukan visum luar. Setelah itu, jasad korban diserahkan kepada keluarganya untuk dikebumikan.
“Keluarga ikhlas atas meninggalnya korban dan keluarga merasa tidak ada kejanggalan. Terkait penolakan otopsi, keluarga korban sudah membuat surat pernyataan. Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi,” ungkapnya.
Terpisah Ketua KPU Agam Riko Antoni menuturkan bahwa Adrami korban yang ditemukan meninggal dunia di dalam kolam bibit ikan pada Senin siang tersebut merupakan salah satu calon anggota DPRD Agam tahun 2019-2024 dari partai berkarya.”Korban memang ikut mencaleg pemilihan kemarin, tapi yang bersangkutan tidak lolos,” pungkasnya. (pry)