ADINEGORO, METRO – Partai Gerindra bicara kemungkinan Ketua Umum-nya Prabowo Subianto menyampaikan hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada parpol yang pernah tergabung di Koalisi Indonesia Adil-Makmur. Menurut Gerindra, Prabowo pernah menjanjikan hal tersebut.
“Kalau mengutip pernyataan Pak Prabowo di tanggal 28 Juni di rapat koalisi yang terakhir itu kan Pak Prabowo menyampaikan dua hal, bahwa beliau akan bertemu dengan Pak Jokowi. Lalu, nanti hasil pertemuan akan diinformasikan kepada teman-teman koalisi. Ya mungkin saja ada pertemuan selanjutnya,” kata Wasekjen Gerindra Andre Rosiade, Sabtu (13/7) malam.
Andre menyebut, sebelumnya dia sering menyampaikan Prabowo dan Jokowi akan bertemu pada bulan Juli. Hal itu telah terbukti dengan pertemuan Sabtu pagi di MRT Jakarta. “Salah satu hal yang sering kami sampaikan sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi adalah pertemuan bulan Juli. Kini telah terlaksana,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Andre yang juga anggota DPR RI terpilih ini mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti kapan pertemuan itu bakal dilakukan karena belum ada pembahasan tentang hal itu. Dia menyakini Prabowo akan memenuhi janji untuk menyampaikan isi pertemuannya dengan Jokowi ke parpol yang mengusungnya sebagai capres saat Pilpres 2019.
“Kan janji Pak Prabowo begitu, kalau sudah komunikasi dengan Pak Jokowi beliau akan sampaikan ke teman-teman koalisi, pasti Pak Prabowo akan sampaikan. Intinya kita berharap pertemuan hari ini benar-benar bisa menjadikan Indonesia guyub lah,” ucap alumni SMA 2 Padang ini.
Sebelumnya, Prabowo bertemu dengan Jokowi di Stasiun MRT Lebak Bulus. Keduanya pun sepakat untuk mengakhiri ’cebong’ dan ‘kampret’.
Selain itu, Prabowo menyatakan siap membantu pemerintah jika dibutuhkan. Meski siap membantu, Prabowo menyatakan pihaknya bakal tetap menyampaikan kritik ke pemerintah karena demokrasi butuh check and balance.
“Tapi kami juga minta maaf, kalau kami mengkritisi Bapak sekali-kali, kan demokrasi butuh check and balances,” ujar Prabowo. (*/r)





