JAKARTA, METRO – PT Industri Sandang Nusantara (Persero) (ISN) melakukan penandatanganan kerja sama pendanaan Non Cash Loan (SKBDN dan L/C) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) (Jasindo). Dalam kerja sama ini, Bank Mandiri memberikan plafon fasilitas Pendanaan Non Cash Loan bersifat revolving pada tahap awal sebesar Rp100 miliar dengan Jasindo sebagai penjamin transaksi.
“Hari ini jadi sejarah baru bagi ISN. Kondisi ISN saat ini berbeda dengan yang dulu. Sekarang muncul optimisme baru dari para direksi ISN untuk terus berbenah,” ujar Deputi Jasa Keuangan, Jasa Survey dan Keuangan Lainnya Kementerian BUMN, Gatot Trihargo.
Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong pengembangan kegiatan bisnis ISN dalam penjualan dan perdagangan serta impor tekstil di Indonesia. Diharapkan dapat meningkatkan turn over penjualan ISN hingga 4-6 kali per tahun, serta memperkuat struktur modal kerja.
“Pada akhirnya bisa meningkatkan daya saing ISN di pasar domestik maupun regional. Kedepan kita masih punya competitive adventage dengan Eropa dan masih bersaing dengan Vietnam,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar menjelaskan industri tekstil ini merupakan salah satu portofolio besar dari perbankan. Terbukti, pada Kuartal I-2019, produksi tekstil tumbuh 19 persen lebih tinggi dibandingkan industri manufaktur.
“Momen positif ini membuat Mandiri siap mendukung pengembangan bisnis dari ISN,” jelas Alexandra.
Sementara itu, Dirut ISN Agus Hendardi menambahkan, kerja sama ini merupakan anugerah untuk perseroan. Selain menambah sisi permodalan, kerja sama ini juga membuka ISN untuk ekspansi bisnis di industri tekstil. Menurutnya, industri tekstil saat ini memiliki pasar yang luas.
“Kapitalisasi yang didapat ISN sekarang ini, resikonya lebih rendah. Sehingga perputaran keuangannya lebih bagus. Efeknya, keberlanjutan dalam bisnis sandang ini lebih bagus,” tandas Agus. (jpnn)





