BUKITTINGGI,METRO – Pertemuan bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bukittinggi kembali digelar. Pertemuan bulanan kali ini merupakan pertemuan perdana setelah bulan Ramadhan dan Idul Fitri dan diisi dengan tausiyah oleh ustaz H. Deswandi.
Dalam materinya, ustaz Deswandi mengatakan, umat Islam sebagai umat beragama harus mengetahui setiap masalah yang berhubungan dengan agamanya. Termasuk yang berhubungan dengan Tuhan mereka yaitu Allah SWT. Seorang muslim yang tidak mengenal tuhannya, bisa dipastikan bahwa agama mereka kurang dan tidak sempurna.
Sangat ironi apabila ada seorang muslim tidak bisa mengenal tuhannya. Apalagi Allah SWT telah membuka dua jalan untuk bisa mengenal-Nya. Yaitu Alquran dan hadist. Kalau ada seorang muslim yang tidak mengenal tuhan, bagaimana keadaan dirinya ketika dia puasa, zakat dan terutama ketika dia shalat? Apa mereka melakukan semua aktifitas itu karna kebiasaan saja.
Allah SWT telah menurunkan Alquran kepada hambanya sebagai buku pedoman untuk menyempurnakan agamanya. Di dalam buku pedoman tersebut Allah SWT menjelaskan berbagai macam hal secara komplit termasuk penjelaskan siapa sebenarnya Allah SWT dan bagaimana seharusnya seorang muslim harus bersikap kepada tuhannya.
”Pelajaran tauhid paling penting adalah kenal Allah. Tanpanya semua tidak ada nilai. Amat malang zaman sekarang, penekanan kepada ilmu tauhid sudah tidak diambil kira lagi. Manusia sibuk dengan ilmu-ilmu lain, seperti ilmu tasauf, ibadat, feqah dan sebagainya. Ada kepentingan kepada ilmu-ilmu itu, tapi apabila mereka belajar ilmu-ilmu itu tanpa mendalami dan berpegang kepada ilmu tauhid, semua itu adalah sia-sia saja,” kata .Deswandi
Katanya, musyrikin Mekah percaya dengan Allah tapi iman mereka tak lengkap. Tiada yang layak disembah selain Allah. Ada elemen eksklusif dalam ayat ini. Hanya Allah saja yang patut kita memperhambakan diri. Golongan Musyrikin Mekah percaya kepada Allah, tapi mereka tidak beribadat kepada Allah sahaja, mereka ada banyak lagi pujaan-pujaan lain selain dari Allah. Pemahaman mereka tentang Allah amatlah jauh dari yang sepatutnya. Begitu juga masyarakat kita sekarang ini pun. Ini semua adalah kerana mereka tidak faham ilmu tauhid yang sepatutnya mereka pelajari.
”Maka, inilah kewajipan pertama yang perlu diketahui oleh semua mukallaf: iaitu mengetahui bahawa tidak ada ilah yang layak disembah melainkan Allah,” katanya.
Ketua Dharma Wanita Bukittinggi Muchlisah Yuen Karnova mengatakan, setelah bulan puasa dan Idul Fitri, baru kali ini kembali mengadakan pertemuan. Sengaja pertemuan kali ini diisi dengan tausiyah, karena sudah lama juga pertemuan tidak diisi dengan siraman rohani.
”Dharma Wanita Persatuan Bukittinggi selalu mencoba dan selalu berusaha menampilkan materi yang berkaitan dengan hal keseharian dan bisa kita pakai dan amalkan di dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi materi yang diberikan ustaz sangat bagus. Berkaitan dengan Surat Thaha ayat 14, agar kita bisa berpedoman bagaimana mentauhid kan diri kita kepada Allah,” ungkapnya. (u)
Muchlisah menyampaikan, saat ini sudah ada dua seragam Dharma Wanita. ”Hari ini perdana memakai pakaian batik kita. Sesuai kesepakatan, baju batik kita pakai pada pertemun bulanan dengan tetap memakai lencana. Sedangkan seragam orange dipakai pada momen-momen tertentu saja. Bagi anggota yang belum ada, dipersilahkan melengkapinya,” jelasnya. (u)





