SAMUDERA, METRO – Belum diresmikan, fondasi pagar belakang masjid yang sedang dibangun di Jalan Samudera, di depan Pujasera saat ini kondisinya sudah hancur. Diduga rusaknya fondasi pagar ini akibat abrasi pantai.
Pantauan POSMETRO, Kamis (11/7) tampak pecahan fondasi pagar hancur oleh air pantai yang terkadang naik secara tiba-tiba. Besi pagar yang tegak lurus juga terlihat miring akibat hempasan air laut dan jika dibiarkan saja serta tidak dibangun batu grib. Akibatnya, semuanya bisa hancur hingga sampah yang terbawa arus ombak masuk ke lokasi masjid yang masih dalam pengerjaan itu.
Jika dibiarkan, tentu saja abrasi pantai tidak hanya akan merusak pagar masjid, tapi bangunan masjid nan indah itu.
“Dinas yang bertanggung jawab atas pembangunan masjid berwarna putih itu, tentunya lebih tahu apa akibat buruk jika membangun masjid di tepi pantai ini. Mungkin sebaiknya Dinas Pekerjaan Umum bisa membuat batu grib di sana,” ungkap Sari (28), salah seorang pengunjung Pantai Padang, kemarin.
Tujuannya, agar air laut atau hempasan gelombang tidak langsung mengenai bangunan masjid.
“Kalau tidak dipikirkan dari sekarang, jangan-jangan nantinya, masjid belum diresmikan, sudah banyak yang rusak dan jelek,” tukas Sari.
Sedangkan, menurut Ira (27), pedagang Pujasera mengaku, tidak mengetahui fondasi pagar rusak akibat terkena abrasi. Pasalnya, air laut pasang terjadi tidak menentu.
“Bisa saja fondasi pagar masjid itu rusak karena abrasi, karena lokasinya di pantai,” sebut Ira.
Sementara, Sekretaris BPBD Kota Padang, Hendra Mardhi mengatakan pemasangan batu grib di kawasan itu kewenangannya terletak pada Dinas PUPR.
Plt Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Yenni Yuliza menyampaikan proyek tersebut berada di Balai Wilayah Sungai (BWS) V dan kita telah komunikasi dengan pihak Balai terkait tindaklanjutnya. “Nanti kita bicarakan masalah ini dengan pihak BWS V,” kata Yenni, singkat.
Terpisah, anggota DPRD Padang Dapil V, Faisal Nasir meminta pemko mendesak BWS V untuk membuat batu grib di sekitar lokasi masjid, sehingga mencegah kerusakan terhadap bangunan masjid tersebut.
“Untuk mencegah kerusakan yang lebih banyak, Pemko Padang harus jemput bola dalam hal ini,” ujar kader PAN ini. (ade)





