PESSEL, METRO – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Kabupaten Pesisir Selatan bersama elemen terkait, seperti Kepolisian, TNI, Pol PP, Kejaksaan, Kemenag, Bundo Kandung, MUI, tokoh masyarakat dan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Pessel, menggelar rapat bersama, membahas rencana pelaksanaan sosialisasi Narkoba di 15 sekolah ada di Pesisir Selatan.
Bakesbang Pessel bakal menyasar belasan sekolah di Ranah Pasisie untuk melakukan penyuluhan terhadap penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar. Tentu dengan melibatkan institusi terkait. Rapat yang digelar ruang rapat sekretariat daerah Kabupaten Pessel lantai 1 itu, berbagai usulan dan masukan disampaikan dari masing-masing undangan yang hadir.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemkab Pessel Hardi Darma Putra SH,MSi usai memimpin rapat bersama pada awak media mengatakan, dalam rangka mencegah dan meminimalisir penyalagunaan narkoba, serta obat – obatan terlarang. Juga hal lainya di Kabupaten Pesisir Selatan, melalui Kesbangpol Kabupaten Pessel bersama Forkompimda dan elemen terkait dalam waktu dekat ini akan turun ke 15 sekolah di Kabupaten Pessel, melakukan penyuluhan hukum tentang Narkoba.
“Kita dari Kesbangpol Kabupaten Pessel dan elemen terkait cukup komit mendukung pemberantasan Narkoba di Pessel, “ tegas Hardi, Selasa (9/7).
Dikatakan, Narkoba musuh besar bersama yang harus dilawan dan diberantas peredaranya bersama-sama, selain merusak generasi muda, Narkoba juga bisa mengakibatkan kematian bagi pemakainya yang mengalami sakauh. Karena besar efek narkoba bagi kesahatan serta beberapa organ tubuh, salah satunya saraf.
Dan, berdasarkan data yang didapat Kesbangpol di lapangan, korban penyalagunaan Narkoba kalangan remaja serta pelajar. Maka, dengan penyuluhan hukum tentang Narkoba, selain penindakan minimal bisa meminimalisir, dan mencegah. “Atas masukan dan saran rapat akan disampaikan pada Bupati, untuk menunggu petunjuk dan arahan lebih lanjut,” ujar Hardi.
Namun begitu masalah Narkoba bukan semata menjadi tanggung jawab dari Pemkab Pessel dan elemen terkait, tetapi perang orang tuah, Camat dan Walinagari ikut andil besar untuk mendukungnya.
Sementara itu Bagian Hubungan Masyarakat Institusi Penerimaan Wajib Lapor (IPWL) di Pesisir Selatan Efriadi mengungkapkan, jika IPWL Pesisir Selatan saat ini telah bisa menerima laporan, baik itu korban penyalagunaan Narkoba dan pecandu yang melakukan konseling, bahkan rehabiltasi sekaligus.
Efriadi menambahkan, dalam rehabilitasi ada di IPWL sendiri ada beberapa cara dilakukan, seperti pengobatan medis, konseling, keagamaan, ataupun cara othing (reflesing) dan pendekatan secara emosional. Rehabilitasi sendiri bisa dilakukan melalui rawat inap ataupun rawat jalan. “Sepekan ini IPWL telah menerima 27 klien, umumnya remaja pengguna lem, rata – rata usia SMP, SMA dan pengganguran,” katanya.
Dan, sekali lagi Efriadi sangat mengapresiasi Kesbangpol Pemkab Pessel dan elemen terkait, dalam memerangi Narkoba, IPWL Pessel siap bekerjasama dalam pemberantasan dan pencegahan Narkoba di Pessel.
Di bawah naungan Kementerian Sosial, bekerjasama dengan BNN Provinsi Sumatera Barat, sedikit banyak keberadaan Institusi Penerimaan Wajib Lapor ( IPWL) di Pesisir Selatan telah bisa menjawab aspirasi masyarakat, dalam hal rehabilitasi pecandu ataupun pemakai narkoba, khususnya di kalangan remaja.(rio)





