PESSEL, METRO – Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menegaskan bahwa pihaknya akan serius menjadikan Bukik Ameh di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, sebagai pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK). Saat ini hal itu sedang disusun oleh Kementerian Pariwisata bersama Kementerian PU-PR.
Hendrajoni menjelaskan bahwa pada Senin (8/7) ia bersama Dinas Pariwisata Sumatera Barat telah menghadap ke Kementerian untuk menyampaikan kesiapan Pemkab Pessel. Yaitu, terkait lokasi akan dijadikan kawasan KEK, termasuk jalan dan infrastruktur lainya.
“Kita, pastikan keberadaan KEK nantinya mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat, termasuk juga bagi daerah, provinsi dan pusat,” ujarnya.
Ia menambahkan, target pengembangan KEK sendiri selain wisatawan lokal, Sumbar dan nasional, tapi juga internasional. Apalagi seperti di Pulau Cubadak, nantinya akan diberlakukan dolar sebagai lokasi wisata eksekutif. Dan, untuk itu semua perlu strategi, penyusunan penataan lokasi KEK, jadi ada sebuah kemasan yang menarik dan ada nilai daya tarik khusus bisa kita jual.
“Bahkan untuk melakukan penyusunan master plan serta Amdal, pemerintah pusat turun tangan membantu dalam menyusun analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal KEK Bukit Ameh,” tukasnya.
Ia menjelaskan, ini merupakan wujud kepedulian terhadap pengembangan dunia pariwisata di daerah setempat yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah serta menggenjot tumbuhnya perekonomian masyarakat. (rio)





