PADANG, METRO – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kristen Kalam Kudus telah menerima 21 peserta didik baru untuk tahun ajaran 2019 ini . Pasalnya, SMP ini hanya memiliki satu lokal dan memaksimalkan keunggulan mereka dengan menonjolkan belajar Bahasa Inggris di kelas.
Kepala SMP Kristen Kalam Kudus, Linawati mengatakan, jumlah peserta yang akan diterima pada sekolah ini maksimal 25 peserta. Jika hingga akhir pendaftaran nanti siswa berlebih mendaftar, pihak sekolah tetap menampungnya.
“Pendaftaran masih dibuka hingga 13 Juli 2019,” ujarnya, Minggu (7/7).
Untuk persyaratan peserta yang akan mendaftar, lanjutnya, membayar uang masuk Rp1 juta, Belajar Bahasa Inggris Rp350 ribu dan SPP Rp450. Uang SPP boleh dibayar sewaktu sekolah dimulai.
“Mengenai baju seragam sekolah membelinya boleh di luar. Sebab kita tak menyediakan seragam di sini. Selain itu, syarat lain di antaranya SKHU siswa, Biodata, dan Foto Kopi KK wali murid,” kata Linawati.
Selanjutnya, proses belajar mengajar akan dimulai 15 Juli 2019 mendatang. Untuk kurikulum dalam belajar sama dengan SMP lainnya yang ada di Padang yaitu memakai K 13. Sistem sekolah di sini memakai finger print, baik pada majelis gurunya atau peserta didiknya.
“Di sini kita lengkap sarana dan prasarana di sekolah dan tenaga pendidik berjumlah 15 orang,” sebut Linawati.
Sementara, SMP Kartika 1-7 Padang siap menampung anak sebanyak 224 siswa. Kepala SMP Kartika 1-7 Padang, Erinaldi mengatakan, total peserta yang sudah daftar baru 96 orang dan proses pendaftaran berjalan aman dan lancar.
“Syarat bagi peserta sama dengan tahun sebelumnya dan membayar kebutuhan sesuai yang ditetapkan,” ucap Erinaldi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Barlius mengimbau kepada pihak sekolah swasta yang ada di Padang, untuk tidak menomorsatukan uang dalam PPDB. Namun kualitas yang ditonjolkan. Supaya ketertarikan wali murid memasukkan anaknya terealisasi dan manajemen sekolah bagus di mata masyarakat.
“Terima wali murid yang mendaftarkan anaknya dan uraikan prestasi yang ada pada sekolah,” ujar Erinaldi mantan kepala SMA N 6 Padang ini.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang untuk memperhatikan juga sarana dan prasarana sekolah swasta. Jangan mereka dianaktirikan karena status. Namun harus sama rata. Ini demi seimbangnya pendidikan dan perbedaan tidak lagi disebut-sebut.
“Disdik juga harus usulkan bea siswa untuk sekolah swasta. Baik melalui APBD dan anggaran dari pihak lain, supaya beban orang tua terbantu dan keinginan bersekolah terwujud,” ucap kader PPP ini. (ade)





