SAWAHLUNTO, METRO – Situs Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto resmi ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Penetapan itu diumumkan pada gelaran Sesi ke-43 Pertemuan Komite Warisan Dunia di Kota Baku, Azerbaijan, sabtu (6/7) pukul 12.20 waktu setempat.
Hal itu kedepan tentu berdampak pada perkembangan Kota, pasalnya UNESCO dan pihak – pihak Internasional terkait lainnya akan melakukan kerjasama dengan Kota Arang Sawahlunto dalam pengelolaan dan pelestarian world herritage ini, dimana bidang unggulan yang akan disentuh adalah bidang pariwisata.
“Ini momen luar biasa bagi kita, tentu banyak peluang yang tertuai melalui penetapan Sawahlunto sebagai warisan dunia ini. Yang jelas, untuk pelestarian dan pengelolaan warisan dunia ini kita akan dibantu oleh UNESCO, badan resmi langsung milik Persatuan Bangsa – Bangsa (PBB),” ungkap Wali Kota Sawahlunto Deri Asta di Azerbaijan, ketika dihubungi melalui telepon selulernya.
Deri Asta menambahkan pascapenetapan sebagai warisan dunia, kemudian tentu juga langsung menyangkut dipromosikannya wisata Sawahlunto ke dunia internasional. Pihaknya berharap dan akan menyusun langkah agar dari berbagai peluang tersebut, memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat.
“Sehingga kesejahteraan masyarakat Sawahlunto sedikit banyak bisa terbantu dengan pengakuan internasional untuk warisan dunia ini. Untuk mencapai tujuan itu Pemerintah Kota (Pemko) akan menfasilitasi dengan dukungan kebijakan, terutama diarahkan bagi pembangunan infrastruktur memadai bagi pariwisata terkait Kota Tua (heritage) tersebut,” ujar Deri Asta.
Deri menuturkan keberhasilan warisan tambang batubara Ombilin Sawahlunto lolos sebagai world heritage UNESCO merupakan dukungan semua pihak dan buah dari perjalanan panjang proses pengusulan yang dimulai sejak 2014 lalu.
“Sebab itu kami sangat berterimakasih pada seluruh pihak yang telah berkontribusi, dukungan masyarakatlah yang menjadi kunci. Juga dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kementerian dan pihak terkait lain, semua bahu – membahu berpartisipasi membantu Sawahlunto,” tutur Deri.
Sementara, ketua Harian Komisi Nasional Indonesia Untuk UNESCO (KNIU), Prof. Dr. Arief Rachman mengatakan, selain dampak pelestarian dan edukasi yang lebih sesuai mutu standar internasional, penetepan warisan dunia ini hendaklah memberikan dampak signifikan pula bagi masyarakat setempat, terutama di bidang perekonomian.
“Kita berharap, dengan masuk dalam world heritage ini, banyak peluang dan manfaat yang bisa disambar oleh Sawahlunto. Terutama bagi masyarakat, tentu butuh dampak ekonomi. Kita berharap hal itu dapat dikejar salah satunya melalui jalur pariwisata nantinya,” kata Arief Rachman, dalam keterangan pers tertulis yang diberikan Sekretariat KNIU kepada media.
Menangkap peluang tersebut sebagai momen untuk mendapatkan dampak ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat setempat juga disampaikan Walikota Sawahlunto, Deri Asta yang turut hadir langsung dalam sidang penetapan world heritage oleh Komite Warisan Dunia di Gedung Pusat Kongres, Kota Baku, Azerbaijan itu.
Kepala Dinas Kebudayaan Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah (DKP2B) Kota Sawahlunto, Halomoan mengatakan, upaya menuju penetapan ini didukung oleh dua Kementerian yakni Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan melalui diplomasi dalam kegiatan Update from the Region One Day in Sawahlunto yang digelar di Jakarta pada 3 Mei 2019 lalu.
“Upaya diplomasi dilakukan kepada 20 negara-negara yang tergabung dalam komite warisan dunia, dengan diakuinya sebagai warisan dunia oleh UNESCO, banyak dampak yang akan didapatkan oleh Sawahlunto, seperti peningkatan promosi pemasaran pariwisata di level Internasional termasuk pengelolaan dan pelestarian,” ujarnya. (zek)





