METRO SUMBARPDG PARIAMAN/PARIAMAN

Martias Mahyudin: Proses Otonomi Butuh Waktu Panjang

0
×

Martias Mahyudin: Proses Otonomi Butuh Waktu Panjang

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO – Mantan Walikota Admintratif Pariaman H. Martias Mahyuddin menyatakan arah kemajuan pembangunan Kota Pariaman ke depan tentunya bisa dilihat dari RPJP Kota Pariaman tahun 2004-20023.
“Muara akhir yang diharapkan dari RPJP tersebut yaitu bagaimana mewujudkan Kota Pariaman sebagai Kota Perdagangan dan Jasa. Demikian pula seperti tertuang dalam RPJM Kota Pariaman, yang dimaksudkan untuk bisa mewujudkan Kota Pariaman sebagai Kota Wisata, Perdagangan dan Jasa yang religius dan Berbudaya,” kata Martias Mahyuddin, kemarin.
Jadi katanya, dalam hal ini satu hal yang perlu menjadi perhatian semua adalah, bahwa segenap komponen lapisan masyarakat Kota Pariaman, baik yang ada di ranah atau di rantau, tentunya juga harus bisa membuktikan, bahwa tekad sebelumnya menjadikan Kota Pariaman sebagai kota otonom adalah sebuah pilihan yang sangat bijaksana.
Karena bagaimana pun, menurut H. Martias Mahyuddin, proses perjuangan untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai sebuah kota otonom sebelumnya membutuhkan waktu yang cukup lama dan berliku. Hal itu diawali semangat perjuangan yang tidak kenal lelah oleh para aktivitas yang ada di Kota Pariaman saat itu, saat masih berada di bawah lingkup wilayah Kabupaten Padangpariaman.
Hal itulah antara lain yang dilakukan sejumlah aktivis ketika itu, seperti LSM Caredek, Imappar Padang, Gema Kosgoro Kota Kotif Pariaman, Forum Pengusaha Perempuan Kota Pariaman serta Paguyuban Piaman Bakumpuah yang ada di Jakarta. Hal itu ditambah pula adanya persetujuan dari Pemerintah Kabupaten Padangpariaman. “Makanya harapan kita perjuangan panjang pada rentang tahun 1999-2002 itu tentunya merupakan perjuangan yang tidak sia-sia adanya,” tukuknya.
Untuk itulah sebutnya, seluruh komponen masyarakat dan semua elemen yang ada di Kota Pariaman hendaknya harus mampu mengisi predikat Kota Otonom yang telah disandang oleh Kota Pariaman saat ini, khususnya melalui UU No. 12 Tahun 2002.
“Salah satu wujudnya yaitu bagaimana kita bisa bekerja lebih keras lagi, khususnya untuk meningkatkan dan melakukan pemerataan pembangunan di segala bidang. Demikian pula pemerataan hasil-hasil pembangunan hingga ke pelosok desa yang ada di Kota Pariaman ini,” imbuhnya.
Hal itu tentunya bisa saja dilakukan dengan memberikan dan membuka akses seluas-luasnya untuk peningkatan dan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang ada di Kota Pariaman.
Demikian pula dengan memfasilitasi penguatan permodalan maupun perluasan akses pendidikan, kesehatan maupun berbagai program lainnya yang bertujuan untuk lebih memajukan Kota Pariaman ke depannya. Khususnya melalui pembenahan sektor kepariwisataan yang ada, sehingga pameo lama yang menyebutkan, “Piaman tadanga langang, batabuik makonyo rami,” secara bertahap bisa berubah sedemikian rupa, sehingga berubah menjadi “Piaman tadanga rami, batabuik makonyo batambah rami.”
Tentunya persoalan seperti inilah yang perlu kita atasi bersama, baik itu oleh jajaran aparatur pemerintah Kota Pariaman, BUMN/BUMD, kalangan pelaku dan dunia usaha, serta seluruh komponen masyarakat ranah dan rantau lainnya.
“Intinya, perkembangan dan pertumbuhan Kota Pariaman harus bisa dipacu sedemikian rupa, sehingga nantinya Kota Pariaman bisa terus maju dan berkembang. Baik itu sebagai pusat petumbuhan dan pelayanan bagi wilayah tetangga yang ada di sekitar Kota Pariaman, baik itu melalui peningkatan kapasitas ruas jalan hotmix, dari kawasan pusat kota hingga daerah hinterland yang ada. Demikian pula pembangunan berbagai infrastruktur jaringan drainase atau program normalisasi aliran sungai, sebagaimana halnya program Water Front City yang telah dicanangkan jajaran Pemko Pariaman di bawah kepemimpinan pasangan Walikota Genius Umar dan Wakil Walikota Drs Mardison Mahyuddin saat ini,” terangnya.
Terpenting tentunya, melalui program tersebut hendaknya bagaimana mengembangkan kawasan yang ada tersebut sebagai kawasan pendestrian atau eco-tuorism, sehingga pada akhirnya sebagai goalnya mampu menjadi pendongkrak bagi peningkatan taraf perekonomian masyarakat di kota berjuluk Kota Tabuik ini. (efa)

Baca Juga  TSR Khusus ke Surau An Nur Ujung Tanah, Bupati Eka Putra Ajak Jamaah Membentuk Karakter Anak Hafizh Quran