PADANG, METRO – Diduga mengalami rem blong, satu unit truk Hino box bermuatan kosmetik terjun bebas ke dalam jurang sedalam 10 meter di Panorama II, persisnya di Kelok S Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, Rabu malam (3/7) sekitar pukul 20.00 WIB. Beruntung, sopir berhasil menyelamatkan diri setelah melompat sebelum truk masuk jurang.
Meski selamat dari tragedi tersebut, sopir bernama Joni (35) warga Lampung yang sudah mengemudikan truk dari Jakarta tujuan Padang, mengalami syok. Pascakejadian, petugas Polsek Lubuk Kilangan tiba di lokasi melakukan pengamanan dan berkoordinasi degan pemilik untuk melakukan evakuasi terhadap truk dengan menggunakan crane.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan berawal ketika truk yang bermuatan komestik yang dikendarai oleh Joni datang dari arah Solok menuju Padang. Setiba di lokasi kondisi jalan yang menurun, tiba-tiba saja rem truk tidak berfungsi. Sopir berusaha menghentikan truk dengan menginjak rem sekuat tenaga, tapi sia-sia. Karena truk tidak bisa dikendalikan sang sopir melompat dari dalam truk.
“Tiba – tiba rem tidak berfungsi, saya coba untuk mengendalikan tapi tidak berhasil. Saya pijak-pijak rem, tapi laju truk malah semakin kencang. Saat itu juga, dalam kondisi panik saya melompat dan truk masuk kedalam jurang,” ujar Joni.
Sementara itu Waka Polsek Lubukilangan AKP Muzhendri mengatakan, diduga truk remnya blong sehinga masuk kedalam jurang. Selain itu, kecelakaan tunggal tidak menimbulkan korban jiwa dan pihaknya menunggu penanggungjawab truk untuk melakukan evakuasi .
“Kita tidak bisa melakukan evakuasi. Itu merupakan tanggung jawab mereka. Kita hanya bisa melakukan pengamanan untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan. Apalagi truknya bermuatan kosmetik,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Asril Prasetya menjelaskan, data sementara, selama seminggu terakhir ada sebanyak tiga truk yang masuk ke dalam jurang di sepanjang Sitinjau Laut, persisnya di panorama 1 dan panorama II . Tetapi, dipastkan tidak ada korban jiwa dan yang mengalami kecelakaan berasal dari dari luar Sumbar.
“Untuk mengatasi masalah itu, kita telah memasang spanduk berhati-hati jika melewati penurunan tajam dan berbahaya.
Sudah kita pasang di titik-titik dianggap rawan, dan juga kita telah memasang. Alat pengatur isarat lalu lintas yang dimana sudah kita pasang di tikungan panorama satu. Alat itu seperti lampu merah di jalanan, tapi alat itu lampunya hanya kuning. Menandakan kalau melewati panorama satu harus berhati-hati, “ungkapnya. (r)





