PADANG, METRO – Dua tahun sudah berlalu, pariwisata halal yang dicanangkan Pemprov Sumbar berjalan lamban. Faktanya, meskipun sudah disubsidi hingga kini baru 21 pelaku usaha restoran dan rumah makan yang telah bersertifikat halal. Padahal banyak rumah makan dan restoran ternama di Sumbar.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sumbar, 21 restoran dan rumah makan tersebut sebanyak 13 restoran dan rumah makan telah bersertifikat halal sejak 2017 lalu, dan 8 lagi baru bersertifikat halal tahun 2018. Dari 21 tersebut, hanya 4 yang mengurus secara mandiri.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengatakan, untuk 25 kuota subsidi tahun ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi agar banyak pelaku usaha yang mengurus sertifikasi. Pihaknya mempermudah pengurusan dan biaya disubsidi Rp 2 juta persertifikat.
“Kami berharap semakin banyak yang sertifikasi, sebab kita cukup tertinggal dibandingkan daerah lain di Indonesia,” ujar Oni, Selasa (2/7).
Menurut Oni, wisata halal tidak hanya tentang makanan yang disajikan tetapi juga juga sumber bahan makanan tersebut. Sumber bahan makanan salah satunya daging dan ayam. Rumah makan kadang-kadang terkendala untuk mendapatkan rumah potong hewan yang tersertifikasi halal.
Adapun 21 rumah makan dan restoran di Sumbar yang sudah sertifikasi halal yakni, Rumah Makan Pongek Or Situjuah, Resto Hotel Rangkayo Basa, Resto Hang Tuah, Rumah Makan Pasia Piaman, Rumah Makan Pak Datuk, Rumah Makan Famili Raya Indah, Resto Grand Inna Padang, dan Restoran Hotel Emersia.
Selanjutnya, Rujak Panorama, Rumah Makan Simpang Raya Bukittinggi, Banua Lounge BIM (PT. Banua Agung Hanitama), Rumah Makan Lamun Ombak, Sate Mak Syukur, Rumah Makan Sari Raso, Rumah Makan Simpang Raya, Rumah Makan GON Raya Lamo, Restoran Hotel Ox Ville, Restoran Hotel Fave, Restoran Hotel Bunda, Restoran Hotel Mangkuto, dan Rumah Makan Silungkang.
Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, pihaknya tahun ini menyiapkan 25 kuota subsidi bagi pemilik restoran dan rumah makan yang ingin mengurus sertifikasi halal ini. Dia juga meminta, Dinas Pariwisata untuk merilis ke publik daftar rumah makan dan restoran yang sudah sertifikasi halal agar wisatawan tahu.
“Kami berharap kerja sama pelaku usaha agar wisata halal ini bergerak cepat. Tapi, ini sudah cukup lama (2017), saya minta Dinas Pariwisata relis ke media rumah makan dan restoran yang sudah halal,” tegas Nasrul. (mil)





