PERTANDINGAN semifinal Copa America 2019 antara Chile vs Peru akan dimainkan pada Kamis (4/7) pukul 07.30 WIB di Arena do Gremio, Porto Alegre. Laga bertajuk Derby Pasific ini diprediksi akan menjadi misi bagi La Roja, julukan Chile untuk mewujudkan final ketiga mereka secara beruntun.
Juara bertahan Chile berambisi mencapai babak final Copa America untuk ketiga kalinya secara beruntun. Pada dua edisi sebelumnya, Alexis Sanchez dan kawan-kawan sanggup menjadi juara turnamen. Andai mereka mampu melangkah ke final dan kembali juara, La Roja akan menyamai pencapaian Argentina, yang menjadi juara Copa America pada tahun 1945-1947.
Sejak kompetisi ini dinamai Copa America pada tahun 1975, hanya ada dua yang mampu tiga kali beruntun melangkah ke babak final (Uruguay 1983-1989 dan Brasil (1995-1999). Namun ekspektasi suporter Chile mulai menurun sejak kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 tahun lalu.
Sejak ditangani pelatih Reinaldo Rueda pada Januari 2018, Chile belum menunjukkan tanda-tanda akan bangkit. Di bawah arahan Rueda, Chile hanya memenangkan 6 laga dari total 16 laga (5 Seri 5 Imbang).
Chile lolos ke babak semifinal setelah menaklukkan Kolombia lewat babak adu penalti. Mereka keluar sebagai runner up Grup C di bawah Uruguay yang telah gugur dari turnamen, disingkirkan oleh sang calon lawan, Peru.
Peru arahan Ricardo Gareca memang sedikit tidak diperhitungkan. Mereka lolos ke perempat final sebagai peringkat tiga terbaik turnamen dan bahkan kalah 0-5 dari Brasil dalam pertandingan terakhir Grup A. Akan tetapi Paulo Guerrero dan kolega sukses menyingkirkan tim tersukses sepanjang sejarah Copa America lewat babak adu penalti tanpa mencetak 1 pun shots on target sepanjang waktu normal laga.
Ini juga merupakan pertandingan semifinal Copa America ketiga Peru dalam empat edisi terakhir dan kedua kalinya di bawah arahan Ricardo Gareca. Dan ini merupakan semifinal ulangan edisi 2015. Saat itu, Peru arahan Gareca yang bermain dengan 10 pemain sejak menit 20 hanya kalah dengan skor 1-2.
“Dari perspektif mental, kami dalam kondisi bagus,” kata pelatih Peru, Ricardo Gareca setelah kemenangan kontra Uruguay.
“Tentu saja, ketika membicarakan sisi se/pakbola, selalu ada ruang untuk perbaikan.”
Sementara itu, gelan/dang Timnas Chile Arturo Vidal mengatakan sang juara bertahan Copa America fokus untuk membuat sejarah jelang laga semifinal lawan Peru.
“Kami ingin meninggalkan warisan sebagai juara (Copa America) tiga kali beruntun, itu impian kami,” kata gelandang Barcelona, Vidal yang merupakan bagian integral pada dua keberhasilan Timnasnya pada Copa America sebelumnya.
“Peru memiliki kerja tim yang hebat, mereka bermain dengan baik, sangat mirip dengan Kolombia, yang mereka kalahkan melalui adu penalti di perempat final. Itulah mengapa laga kali ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit dan fantastis untuk dimainkan,” lanjut pemain Barcelona ini.
Vidal menegaskan bahwa kapten dan striker Peru Paolo Guerrero merupakan ancaman terbesar yang akan mereka hadapi. Guerrero dan Eduardo Vargas, dengan masing-masing 12 gol, adalah dua top skorer Copa America sepanjang masa untuk pemain yang masih aktif bermain di Copa.
“Dia (Guerrero) adalah pemain yang tahu bagaimana cara bermain melawan empat pemain belakang dan kami selalu harus bekerja ekstra keras untuk mengawalnya,” tandas Vidal.
Di sisi lain, jika menilik rekor pertemuan, Chile memang di atas angin dengan 13 kemenangan, 1 hasil imbang serta hanya 5 kali kalah dari 19 pertemuan terakhir kontra Peru. Kendati demikian, Peru berhasil menang dalam duel terakhir pada Oktober 2018 lalu dengan skor 3-0.
Chile akan mendominasi pertandingan sejak menit pertama. Mereka menajdi tim kedua terbaik turnamen dalam urusan penguasaan bola (53%) setelah Brasil (64.4%). Akan tetapi akurasi umpan mereka hanya di angka 79.4%, bahkan lebih sedikit dari Peru (80.7%) yang hanya memiliki rerata 47.7% penguasaan bola per laga.
La Roja tetap diunggulkan meraih kemenangan dan melaju ke final untuk ketiga kalinya secara beruntun, jika membandingkan materi skuat dengan sang lawan. Peru sendiri diyakini akan memaksa pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. (*/ren)





