METRO BISNIS

Modal Awal Rp18 Ribu, Kini Beromset Rp75 Juta per Bulan. Produksi Kue Dakak-dakak Fitra Makin Berkembang

0
×

Modal Awal Rp18 Ribu, Kini Beromset Rp75 Juta per Bulan. Produksi Kue Dakak-dakak Fitra Makin Berkembang

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Kue dakak-dakak balado merupakan salah satu kue khas tradisional di Kabupaten Tanah Datar. Makanan khas ini diproduksi oleh Fitrah Yulia, Warga Simabua, Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar.
Dakak-dakak yang diproduksi Fitrah ini mereknya Fitra. Tidak hanya meproduksi dakak-dakak balado (bahan cabe), tetapi juga ada dakak-dakak dengan bahan dan rasa lainnya, seperti dakak-dakak keju, ubi ungu. Selain itu, juga ada makanan ringan lainnya yang diproduksi oleh Fitrah, yakni, pias kacang, pias wijan dan kipang kacang.
Bagaimana Fitrah merintis usaha makanan ringan untuk oleh-oleh ini? Pada kesempatan kunjungan rombongan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Fitrah berkesempatan menceritakan pengalamannya dalam membuka usahanya.
Fitrah menyebutkan, dirinya memulai usaha makanan ringan tradisional ini sejak September tahun 2002 silam. “Awalnya saya hanya coba-coba membuatnya dengan berbekal ilmu dari keluarga. Kemudian makanan dakak-dakak ini dicicipi oleh tetangga. Ternyata banyak yang suka dan memesan,” ungkap Fitrah, pekan lalu.
Dengan banyaknya yang memesan, membuat usaha makanan ringan yang diproduksi Fitrah semakin berkembang. Fitrah pun bersemangat menjalankan usahanya. Diakuinya, motivasi dirinya untuk mengembangkan usahanya, berkat dukungan dari keluarganya juga.
Awalnya, Fitrah mengaku memiliki modal hanya Rp18 ribu untuk menjalankan usahanya. Namun, setelah beberapa tahun berjalan, hingga sekarang, Fitrah berhasil meraup omset mencapai Rp75 juta per bulan dari usaha yang dijalankannya.
Kini usaha makanan ringan yang dijalankan oleh Fitrah mendapat dukungan dari pemerintah dan pemerintah daerah. “Usaha saya ini sekarang mendapat pembinaan oleh Kementerian Tenaga Kerja, Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, dan Dinas Koperiasi dan Perindustrian Kabupaten Tanah Datar,” ujar istri dari Islami Rijal (50) ini.
Diungkapkannya, Pemkab Kabupaten Tanah Datar sangat membantu dalam mepromosikan dan memasarkan produk UKM di Kabupaten Tanah Datar. “Semua produk UKM di Tanah Datar di kumpul dalam satu tempat di gedung promosi. Sehingga, dapat membantu UKM dalam memasarkan dan mepromosikan produk-produk mereka,” ungkapnya.
Sekarang, untuk meproduksi kue dakak-dakak balado dan keju, ubi ungu, dirinya harus menyiapkan bahan baku sekitar 50 kg per hari. Bahan baku tersebut diperolehnya melalui masyarakat yang berada di sekitar lokasi usahanya.
Termasuk juga untuk bahan pias kacang dan pias wijan, dirinya harus menyiapkan bahan baku kacang dan wijan 50 kg per hari. Namun, sayangnya, untuk menyiapkan bahan baku kacang, dirinya harus membeli kacang impor, karena kacang lokal harganya sangat mahal.
Dengan mempekerjakan tenaga harian sebanyak 8 orang, dalam satu hari, Fitrah bisa memproduksi 200 kemasan. “Untuk 1 kg bahan baku saya bisa meproduksi 4 kemasan. Jadi bisa 200 kemasan dalam sehari,” ujarnya.
Dengan berkembangnya usaha makanan ringan khas tradisional ini, sekarang Fitrah sudah memasarkan produksinya ke seluruh daerah di Provinsi Sumbar dan beberapa provinsi di Indonesia. “Di Kota Padang saja, produksi makanan ringan saya, sudah masuk ke mini market dan toko ternama, seperti Christine Hakim,” ungkapnya.
Fitrah berharap, dengan apa yang telah dilakukannya saat ini dalam mengembangkan usahanya, dapat dicontoh dan menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya. Sehingga UKM di Kabupaten Tanah Datar, semakin banyak, usahanya maju dan dapat membuka peluang kerja.(fan)

Baca Juga  Empat Rider Hayati Jelajahi Wisata Nusantara