PADANGPARIAMAN, METRO – Seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa atau keterbelakangan mental tewas dengan kondisi mengenaskan setelah ditabrak kereta api di lintasan rel dekat SPBU Padang Kunik, Korong Padang Kunik, Nagari Buayan, Kecamatan Batang Anai, Kamis (27/6) sekitar pukul 10.00 WIB.
Sebelum tewas ditabrak kereta api, korban bernama Yos (45) warga Sirukam, Kecamatan Payung Sikaki, Solok tersebut, sejak 4 bulan belakangan berada disekitaran SPBU. Pascakejadian, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Padangpariaman mengunggu pihak keluarga menjemput jasadnya.
Kasat Lantas Polres Padangpariaman Iptu Yuliadi mengatakan dari keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, perempuan yang tewas ditabrak kereta api, diduga mengalami gangguan jiwa. Korban selalu terlihat oleh warga berada di sekitar SPBU meminta-minta uang kepada pengendara yang mengisi bensin.
“Korban mendapatkan uang dan makan dari pemberian pengendara mobil atau warga sekitar. Sebelum kejadian korban sedang berada ditepi rel kereta api hendak menyebrang, dan pada saat akan menyeberang kembali, korban tidak mendengar atau tidak melihat langsung ditabrak kereta api yang datang dari Padang menuju Pariaman,” ungkap Iptu Yuliadi.
Iptu Yuliadi menjelaskan dari hasil olah TKP, setelah ditabrak korban sempat terpental sejauh 12 meter dari titik tabrakan dan langsung tergeletak bersimbah darah. Ketika itu, warga berdatangan ke lokasi dan menyaksikan korban masih bernafas namun tidak sadarkan diri, hingga akhirnya meninggal dunia.
“Saat tergeletak ditepi rel korban masih bergerak dan korban dibawa dengan mobil ambulan ke RSUD Padangpariaman di Parik Malintang. Namun sesampai di RSUD Padangpariaman korban sudah meninggal dunia. Kasusnya sudah ditangani oleh Polsek,” ujar Iptu Yuliadi.
Iptu Yuliadi menambahkan di lokasi kejadian pihaknya tidak menemukan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan identitas korban. Tetapi, dari keterangan warga, hanya mengetahui kalau korban berasal dari Solok.
“Identitas korban tidak ada, sehingga korban belum tahu dibawa kemana. Ketika kecelakaan korban tidak ada memiliki identitas. Jasad korban sudag di rumah sakit, dan masih menunggu kalau ada pihak keluarga yang berkemungkinan mengambilnya,” tutupnya. (z)





