PADANG, METRO – Ribuan mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat melakukan aksi demonstrasi di halaman gedung kampus Jalan Gunung Pangilun, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Kamis (27/6). Aksi demo itu dipicu adanya persoalan uang organisasi yayasan PGRI senilai Rp13 miliar yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi oknum yayasan.
Aksi di mulai sekitar pukul 08.00 WIB, diawali dengan penyampaian orasi. Aksi demo para mahasiswa, tampak membawa spanduk bertulisan berbagai tuntutan. Ada juga spanduk yang menuding oknum kampus mengambil uang yayasan sebesar Rp13 miliar. Ada pula spanduk bertuliskan “kampus bukan milik pribadi”.
Bahkan, mahasiswa juga memajang foto oknum yang diduga menyelewengkan dana tersebut. Dalam orasinya, mereka menyampaaikan delapan tuntutannya. Kedatangan massa disambut ketua STKIP PGRI, perwakilan pengurus PGRI dari Kabupaten Kota di Sumbar, Pengurus PGRI Sumbar, Pengurus Besar (PB) PGRI Pusat, serta dosen dan karyawan STKIP PGRI Sumbar.
“Kami ingin uang organisasi yayasan PGRI yang digunakan untuk pribadi dikembalikan ke yayasan, Kami ingin kampus STKIP meningkatkan statusnya menjadi universitas, kampus ini milik yayasan PGRI bukan milik pribadi jadi kembalikan marwah kami pada yayasan PGRI,” ungkap presiden mahasiswa Ilham Nurkadi dalam orasinya.
Ilham Nurkadi menambahkan, mahasiswa STKIP PGRI Sumbar juga menginginkan diaktifkannya kembali ketua yayasan PGRI Dasrizal yang diberhentikan secara sepihak. Pasalnya, Dasrizal diangkat secara resmi dan sesuai dengan aturan yang berlaku, jangan seenaknya saja di berhentikan secara pribadi.
“Kita juga berkeinginan mereka agar pengurus yayasan PGRI harus dari orang PGRI. Kami tidak rela pengurus yayasan PGRI berasal dari orang yang bukan guru dan tidak mengerti pendidikan,”lanjutnya.
Setelah melakukan orasi lebih kurang dua jam tersebut, beberapa orang perwakilan mahasiswa diajak oleh pengurus PGRI untuk bermusyawarah membahas tuntutan mereka bersama dengan pihak dari kampus STKIP PGRI Sumbar
“Kita sudah menyampaikan semua tuntutan kepada pihak kampus dan yayasan. Mereka juga meminta tuntutannya disampaikan kepada pengurus pusat PB PGRI, sehingga persoalan ini dapat diselesaikan. Dari pertemuan tadi, pihak kampus dan yayasan menerima dan akan membicarakan dengan seluruh pengurus PGRI. Tapi kami akan terus mengawal permasalahan ini,”jelasnya.
Menanggapi aksi demo mahasiswa, Pengurus PGRI Sumbar, Zainal Aqil mengatakan, dari hasil pertemuan yang berlangsung selama lebih kurang satu jam tersebut pihaknya akan mengawal dan menindaklanjuti semua tuntutan dari mahasiswa hingga bisa diselesaikan. Selanjutnya akan merumuskan dengan pengurus PGRI dari kabupaten /kota hingga ke PB PGRI Pusat.
“Kita mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh mahasiswa berjalan dengan tertib tanpa adanya aksi-aksi anarkis yang dilakukan oleh peserta aksi. Kami hadir disini karena rasa kepedulian kami karena menyangkut nama PGRI sebagai organisasi yang kami tempati. Selain itu mahasiswa juga melakukan aksinya menggunakan intelektual mereka sebagai mahasiswa. Inilah mahasiswa yang sebenarnya, menyampaikan orasi dan aspirasi mereka dengan intelektual mereka sebagai mahasiswa,”ucap Zainal.
Sementara itu, PB PGRI Pusat Ahmad Wahyudi mengatakan, pihaknya akan menyampaikan tuntutan dan aspirasi dari mahasiswa ini kepada ketua PB PGRI agar dapat diselesaikan secepatnya. Pihaknya sudah menerima semua tuntutan mahasiswa dan tentunya akan dipelajari, dan dianalisa poin-poin penting yang disampaikan mahasiswa hari ini untuk selanjutnya dibawa ke pusat untuk dicarikan solusinya.
“Terkait perubahan status STKIP PGRI menjadi universitas, hanya terdapat satu permasalahan yang harus diselesaikan secara internal oleh pihak STKIP PGRI yaitu persoalan lahan yang ditempati oleh STKIP PGRI. Untuk menjadikannya universitas, lahan yang digunakan oleh STKIP PGRI harus milik yayasan yaitu yayasan PGRI, namun di sini diketahui bahwa lahan yang di gunakan oleh STKIP PGRI masih berstatus milik pribadi, jika itu bisa diselesaikan perubahan status tersebut bisa segera direalsasikan secepatnya,” pungkas Wahyudi. (r)





