Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padangpanjang, periode 2019 -2022 dikukuhkan Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus di Kantor Balaikota Padangpanjang, Rabu (26/6). Pengukuhan 17 pengurus tersebut disaksikan langsung Walikota Fadly Amran dan sejumlah Ketua PWI kabupaten dan kota di Sumbar.
Dikukuhkannya pengurus PWI Kota Padangpanjang tersebut, Heranof Firdaus mengatakan, menjalankan profesi wartawan bukan hanya untuk mengkritik namun juga memberikan masukan dan solusi bagi pemerintah daerah.
“Saya menghimbau wartawan tidak hanya mengkritisi akan tetapi juga memberikan masukan terhadap pemerintah daerah guna terlaksananya pembangunan yang susuai dengan apa yang telah deprogramkan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat,” sebut Heranof.
Sekretaris PWI Provinsi Sumbar, Eko Yance mengatakan, kompetensi wartawan itu sangat penting, bukan untuk gagah gagahan. Namun, menjadi wartawan berkopetnsi merupakan sebuah tuntutan bagi seorang jurnalis dalam memproduksi karyanya.
Selama ini ada tiga organisasi pers yang diakui pemerintah, PWI, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI). Saat ini terangnya, tiga organisasi itu sepakat agar wartawan mengikuti uji kompetensi, sebelum terjun kelapangan mengumpulkan informasi guna disebarluaskan pada publik.
Dijelaskannya, saat ini dari ratusan wartawan di Sumbar, belum seluruhnya yang megikuti ujian kompetensi wartawan atau UKW. “PWI Pusat berharap seluruh wartawan hendaknya mengikuti uji kompetensi. Saya mengajak kita semua wartawan menyadari profesi kita adalah profesi yang mulia,” harapnya.
Ketua PWI Padangpanjang, H Jasriman, profesi wartawan merupakan suatu pekerjaan yang mulia di sisi Allah SWT. Pasalnya, tugas wartawan sesuai dengan prinsipnya itu mengajak sekaligus mengerjakan kebaikan dan mengajak untuk meninggalkan kemungkaran demi kepentingan masyarakat. Tidak hanya itu, tugas wartawan tidak hanya memberikan kritikan, namun juga ikut berkontribusi terhadap persoalan persoalan yang muncul ataupun yang akan muncul yang berindikasi akan menimbulkan dampak negatif.
“Saat ini perkembangan media semakin pesat dengan munculnya media-media social, dan online. Akibatnya, potensi pelanggaran hukum atas kebebasan itu semakin sering terjadi, kondisi tersebut dapat diantisipasi dengan bersikap profesional dalam menjalankan profesi sebagai Jurnalis,” kata Jasriman.
Kedepannya peran organisasi pers semakin sangat dibutuhkan sebagai kontrol social, sebut Jasriman, tanpa mengenyampingkan kode etik jurnalistik. Artinya , kedepannya pengurus akan menyiapkan rencana kerja PWI dalam menciptakan wartawan berkualitas untuk kejayaan Padangpanjang.
“Keberadaan wartawan sangat membantu tugas-tugas Pemko Padangpanjang selama ini. Untuk itu, saya berharap kemitraan wartawan dan unsur pemerintahan dapat terus sejalan untuk pembangunan, sehingga hubungan yang harmonis selama ini terus terjalin dan semakin kokoh,”ujar Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran, wartawan merupakan corong informasi bagi Pemerintah khususnya Pemko Padangpanjang.
Tidak hanya itu, dalam pidato singkatnya, Wali Kota muda nan enerjik itu berharap pada segenap wartawan membuat pemberitaan, sesuai dengan fakta dan data yang akurat sehingga apa yang menjadi asumsi pablik menjadi tolak unkur untuk segera ditindaklanjuti.
Pemerintah dan wartawan merupakan mitra, melaui kemitraan akan menimbulkan ikatan saling mengisi. “ Wartawn bisa mengkritik dan memberikan masukan, begitu juga kami bisa memberikan masukan pada PWI,” ungkap Fadly Amran seraya mengatakan kedepannya kemitraan ini bisa harmonis dan berjuang mengujutkan kejayaan Padangpanjang. (rmd)





