METRO SUMBARPDG PARIAMAN/PARIAMAN

Tahan Abrasi Karung Pasir masih Dipakai

0
×

Tahan Abrasi Karung Pasir masih Dipakai

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO – Hingga kini warga Korong Pasir Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman masih mempergunakan karung pasir untuk menahan abrasi pantai yang terjadi pekan lalu. Mereka memasang karung itu bergotong royong secara swadaya.
“Hingga kini kasmi masih memamaki karung pasir. Tak mungjkin m menunggu bantuan dari pemerintah pusat untuk mengatasinya sementara abrasi pantai semakin parah, dan meluas,” kata Mus (45), warga setempat.
Dikatakan, upaya yang dilakukan warga ini memang hanya bisa menahan sementara, namun diharapkan bisa mengatasi abrasi sebelum bantuan pemerintah secara permanen tiba.
Dana untuk membeli karung geotekstil didapatkan dari sumbangan warga, dan juga sejumlah pihak yang peduli dengan kondisi abrasi pantai di daerah itu.
“Namun kami hanya mampu membeli beberapa, padahal kami masih banyak membutuhkannya,” katanya.
Dipilihnya karung jenis geotekstil, lanjutnya karena sebelumnya pihaknya juga telah memasang bahan yang sama, dan itu merupakan bantuan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V.
“Hingga sekarang karung itu masih bertahan, tidak seperti karung biasa yang mudah lapuk, katanya.
Sebeluimnya, puluhan KK warga Nagari Pasir Baru, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, terkena dampak abrasi pantai, Kamis, (20/6) lalu. Setidaknya, 30 rumah warga mengalami rusak berat dan rusak ringan akibat dihantam ombak.
Adi, seorang warga mengatakan, abrasi ini sudah sering terjadi di lokasi ini. Namun, pada tahun ini abrasi semakin besar dan puncaknya minggu ini. Ia mengatakan, akibat abrasi kemarin, beberapa rumah warga yang ada mengalami rusak berat dan rusak ringan.
“Lebaran kemarin air laut sampai kedapur warga dan merusak sebagian rumah yang ada,” ujarnya lagi.
Dikatakan, untuk menanhan agar tidak terjadinya abrasi, warga bergotong royong memasang polongan untuk pemecah ombak. Namun, sifatnya hanya sementara, dan juga terbatas. “Untuk saat ini usaha warga sedikit membuahkan hasil, dengan dipasangnya batu polongan di pinggir pantai dapat memecaha ombak. Kalau tidak mungkin saat ini, kami sudah tak tinggal lagi di lokasi ini,” ujarnya lagi.
Ia menyebutkan setidaknya pada Lebaran ini terdapat dua titik abrasi yang harus segera ditangani.
“Kami berharap abrasi tersebut dapat segera ditangani pihak terkait, karena sejumlah rumah dan gudang usaha ikan kering beserta sekolah akan rusak akibat abrasi,” katanya.
Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Padang Pariaman Budi Mulya mengatakan pihaknya telah meminta pemerintah pusat untuk membantu mengatasi abrasi tersebut. “Pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V telah berjanji menangani abrasi itu,” ujarnya.
Bahkan lanjutnya BWSS V telah memberikan geotekstil untuk dibuatkan karung agar bisa diisi pasir guna menahan ombak, namun itu sifatnya sementara. “Namun kami menginginkan sifatnya permanen untuk jangka panjang,” tambahnya. (efa)

Baca Juga  Promo Kemilau Akhir Tahun di Menara Agung, Beli Honda CRF150L Diskon Rp 1,1 Juta dan Bonus Aksesoris