METRO PADANG

Plogging, DLH Bersihkan Sampah Batang Arau

0
×

Plogging, DLH Bersihkan Sampah Batang Arau

Sebarkan artikel ini

BATANG ARAU, METRO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar mendatangi langsung kawasan Batang Arau, untuk membersihkan sampah di sungai, Rabu (26/6). Kegiatan plogging alias olah raga sambil memungut sampah tersebut bagian dari lanjutan bersih-bersih sungai, bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.
Kepala DLH Sumbar Siti Aisyah mengatakan, bersih-bersih Batang Arau ataupun kawasan pantai ini mengunakan istilah plogging yang merupakan kombinasi dari jogging sambil mengambil sampah. Plogging pun menjadi cara mudah untuk menyehatkan badan dan membantu membersihkan lingkungan.
“Setiap Rabu sebelum bekerja, kita rutin ploggingg atau olahrga sambil memungut sampah di kawasan Batang Arau,” kata Siti Aisyah, Rabu (26/6).
Menurut Siti Aisyah, plogging sangat sederhana, yang dibutuhkan hanya sepatu lari dan plastik atau tas untuk mengumpulkan sampah. Jika tak mau tangan kotor karena memegang sampah, masyarakat bisa memakai sarung tangan atau membawa hand sanitizer ketika melakukannya.
“Selain badan sehat, lingkungan juga bersih,” tambah Siti Aisyah.
Lebih lanjut, Siti Aisyah mengatakan, tren olahraga tersebut menggabungkan dua latihan sekaligus yakni lari dan squat. Karena saat plogging, orang-orang akan jogging atau berlari lalu melakukan gerakan squat atau jongkok setengah ketika ada sampah untuk memungutnya
Sementara itu, Kepala DKP Sumbar Yosmeri mengatakan, dengan bersih-bersih tersebut, harapannya Sungai Batang Arau bisa dibersihkan dari sampah-sampah yang mengapung. Dan sungai dapat kembali menjadi habitan habitat yang lebih baik.
Yosmeri menyebut, sampah yang bertebaran di Sungai Batang Arau, kebanyakan adalah sampah dari rumah tangga. Sampah tersebut sengaja dibuang ke sungai oleh masyarakat, dan akhirnya masuk ke laut. Jika kondisi ini sampai ke laut, maka dampaknya untuk habitat yang ada di laut.
“Seperti bisa rusaknya terumbu karang, dan mengurangi hasil tangkapan nelayan. Makanya dari DKP berharap betul, kegiatan ini benar-benar bisa membuat sungai bersih,” sebut Yosmeri.
Salah satu dampak dari sampah di sungai ini, tutur Yosmeri, adalah terganggunya hasil tangkapan nelayan. Terutama, nelayan pukat yang ada di Pantai Purus Padang. Saat dirinya melihat langsung, isi pukat nelayan itu banyak sampah rumah tangga seperti plastik, kain, baju, kaleng, dan lain sebagainya
“Banyaknya limbah di Barang Arau, juga pernah terjadi di beberapa sungai lain seperti Batang Anai, Banda Bakali,” ujar Yosmeri.
Kegiatan plogging ini, sebut Yosmeri, untuk mengeduíasi masyarakat membangun budaya hidup bersih. Harapannya, dapat menumbuhkan kesadaran akan lingkungan. Kegiatan bersih sungai digelar setiap Rabu. Khusus untuk Batang Arau, kegiatan digelar dua kali dalam sebulan.
“Jika hal ini berjalan dengan lancar dan sesuai rencana, maka diperkirakan dalam jangka waktu 1,5 tahun ke depan, Batang Arau benar-benar bersih dari sampah,” ujar Yosmeri lagi. (mil)