PAYAKUMBUH, METRO – Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz kembali mengemukakan rencananya untuk mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ketika menyampaikan jawaban wali kota atas pandangan umum fraksi-fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Payakumbuh di Ruang Sidang Utama, Gedung DPRD Payakumbuh.
Ketua DPRD Payakumbuh Yendri Bodra Datuak Parmato Alam mengungkapkan, BUMD yang nantinya didirikan Pemko Payakumbuh tersebut bakal diberi nama Payakumbuh Sejahtera Bersama.
”BUMD ini meliputi lima bidang usaha, diantaranya penggemukan sapi, hilirisasi makanan ringan, industri rendang, perhotelan, dan perparkiran,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan pengusaha muda itu memaparkan, rencana pendirian BUMD itu telah melalui kajian matang. Hal itu juga sesuai dengan amanat PP No 54 Tahun 2017. Dan pendirian BUMD sesuai dengan kebutuhan daerah dan layak sebagai bidang usaha.
”Kajian bekerja sama dengan FE UNAND meliputi aspek hukum, teknis, manajemen, sosial, ekonomi, lingkungan, pemasaran, dan finansial. Dari situ didapat kesimpulan bahwa BUMD ini layak didirikan,” ucapnya.
Dikatakan, BUMD nantinya berbentuk perusahaan perseroan daerah dimana Pemko Payakumbuh menguasai sebagian besar saham, dengan minimal 51 persen. Di samping Pemko, saham perseroan juga dapat dimiliki pemerintah daerah lain, IKM, dan koperasi yang ada di Kota Payakumbuh.
”Nanti direksinya ditunjuk melalui seleksi yang ketat, minimal sudah berpengalaman selama lima tahun dalam bidang manajerial di perusahaan yang berbadan hukum,” tutur Erwin.
Erwin menilai, BUMD memiliki prospek yang cukup baik, penggemukan sapi misalnya, kebutuhan daging di Payakumbuh ataupun Sumbar terus meningkat. Apalagi industri rendang di Payakumbuh semakin berkembang dimana salah satu bahan bakunya adalah daging sapi.
”Untuk bidang usaha hilirisasi makanan ringan ditujukan untuk membantu IKM Payakumbuh dengan memberikan nilai tambah berupa kemasan yang lebih baik dan dipasarkan ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Kemudian, bidang industri rendang sudah sesuai dengan rebranding Payakumbuh sebagai Kota Randang. Bidang usaha perhotelan juga cukup prospektif karena hotel yang represntatif adalah kebutuhan utama wisatawan.
”Dan terakhir, penyediaan gedung parkir sudah semakin mendesak dengan pertumbuhan kendaraan bermotor dan kunjungan wisata kuliner. Dengan adanya usaha gedung parkir, ketertiban kota juga dapat diwujudkan dan PAD Payakumbuh semakin meningkat,” kata Erwin. (us)





