OLAHRAGA

Setan Merah Tancap Gas

0
×

Setan Merah Tancap Gas

Sebarkan artikel ini

Manchester United tertinggal jauh dari para pesaing di musim lalu. Untuk bisa bersaing jadi juara, The Red Devils harus tancap gas sejak pramusim.
Man United menuntaskan musim 2018/2019 dengan finis di peringkat keenam. Untuk dua tahun secara beruntun mereka gagal meraih satupun trofi.
Yang makin menyedihkan, selisih 32 poin MU dengan Manchester City di puncak klasemen sama dengan jarak dengan Cardiff City sebagai tim terakhir yang terdegradasi. Setan Merah benar-benar tak punya daya saing dengan para big four.
Daniel James sudah didatangkan untuk mengisi pos sayap kanan. Lalu, kabarnya MU sedang memburu Aaron Wan-Bissaka, Harry Maguire, juga James Maddison. Semuanya pemain-pemain yang diperlukan tim.
Tantangan pada musim mendatang bakal sangat besar, tetapi Solskjaer boleh percaya diri karena bisa memulai musim penuh pertamanya. Dia bisa membentuk kekuatan skuad selama menjalani pramusim, tentu dengan syarat semua target sudah didapat.
Menyiapkan tim sejak pramusim akan sangat membantu MU untuk bersaing di Liga Inggris musim depan. Apalagi mereka kabarnya juga akan melakukan perombakan besar dalam skuat. ”Saya pikir kami harus fokus dari hari pertama. Mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi musim yang ada di depan mata,” ujar Matic.
”Kami harus berpikir positif. Kami ingin memenangi trofi jadi saya pikir semua orang harus siap untuk itu,” lanjut dia.
Ketiadaan turnamen internasional besar musim panas ini juga dianggap sebagai keuntungan. Matic meyakini para pemain MU akan kembali dan menjalani pramusim dengan mood yang bagus.
”Mood kami selalu bagus. Tapi musim panas tahun lalu liburan kami sedikit karena adanya Piala Dunia, sehingga tak punya cukup waktu untuk beristirahat,” kata Matic.
Meski musim baru masih jauh, Matic sudah berani bicara soal sikap Setan Merah menghadapi tantangan mereka. Dia menegaskan yang paling penting adalah memulai musim dengan kemenangan pertama, yang bakal mengantarkan kemenangan-kemenangan berikutnya.
”Pertandingan berikutnya selalu yang paling penting, jadi ketika jadwal pertandingan itu dirilis, yang terpenting adalah pertandingan pertama, jadi anda harus fokus pada pertandingan pertama itu,” tegas Matic.
”Lalu, ketika anda sudah menyelesaikannya, anda boleh berpikir soal laga kedua. Dalam sepak bola, bukan hal bagus memikirkan pertandingan yang akan datang setelahnya, anda harus selalu fokus pada tantangan yang ada di depan.” (*/ren)