LIMAPULUH KOTA, METRO – Hari kelima pencarian korban hilang tragedi jatuhnya mobil Kijang Innova warna Putih masuk aliran Batang Agam di perbatasan Kabupaten Agam dengan Limapuluh Kota, Jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh, Kamis (13/6) sekitar pukul 11.20 WIB membuahkan hasil.
Deva (7), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi menelungkup di Lubuak Ijuak, aliran Batang Agam, di Jorong Tambun Ijuak, Nagari Batu Hampa, Limapuluh Kota berbatasan dengan Nagari Barulak, Tanahdatar.
“Korban terakhir kecelakaan mobil di PLTA telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jasad langsung dibawa ke rumah duka di Koto Baru, Kecamatan X Koto, Tanahtatar,” sebut Koordinator Pos SAR Kabupaten Limapuluh Kota, Robby Saputra, Kamis (13/6).
Robby menyebutkan, pihaknya juga berterima kasih kepada semua pihak termasuk masyarakat yang ikut membantu tim gabungan dalam melakukan pencarian termasuk proses evaluasi korban dan mobil sejak hari pertama kejadian.
Sebelumnya diberitakan upaya pencarian dua orang korban mobil masuk jurang sedalam 30 Meter di PLTA Batang Agam yang merupakan Batas Kabupaten Limapuluh Kota Dan Kabupaten Agam membuahkan hasil, salah seorang korban bernama Mulyati (56) yang juga ditemukan terapung berjarak 1 kilometer dari tempat ditemukannya Deva.
“Dari PLTA Batang Agam sekitar 1 kilometer. Dan memang pada hari Rabu kita juga sudah menyisir aliran Batang Agam dari Jembatan Ibuah, Kota Payakumbuh. Namun memang hingga pukul 18.00 Wib hari itu, korban belum ditemukan, karena memang kondisi cuaca buruk dan air aliran batang Agam besar. Tapi Alhamdulillah pada Kamis, kita berhasil menemukan korban. Dengan begitu tanggap darurat berakhir,” sebut Robi.
Deva akan Masuk SD
Kakek Deva yang ikut melakukan pencarian sejak awal kejadian pada Minggu (9/6) sekitar Pukul 21.30 WIB menyebut, Deva baru saja tamat Dari pendidikan TK, dan akan menyambung masuk SD. Bahkan, orang tuanya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk sekolahnya.
“Deva memang baru saja tamat TK dan akan masuk SD. Dia anak satu-satunya oleh orang tuanya. Dan saat pergi bermain ke-Harau bersama nenek dan keluarga lainnya kedua orangtua Deva tidak ikut. Sehingga memang kedua orangtuanya sangat terpukul sekali,” cerita kakek Deva di sela-sela rehat melakulan pencarian korban Rabu (12/6).
Diceritakannya, Deva anaknya periang dan penurut.
“Dia periang dan penurut, saya kalau sampai dirumah selalu mendapat sapaan datinya. Langsung dia kejar dan bersalama, dia menggemaskan, kalau sudah bermain dekatnya hari terasa cepat berlalu,” sebut Kakeknya bercerita. (us)











