PADANG, METRO – Selama arus mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah, kondisi lalu lintas lebih lancar dan aman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun volume kendaraan yang memasuki wilayah Sumbar mengalami peningkatan yang signifikan. Hal itu dibuktikan dengan waktu tempuh bagi pengendara di jalur Sumbar berkurang.
Adanya pengurangan waktu tempuh di jalur Sumbar disebabkan tidak ada hambatan atau kemacetan di ruas jalur Sumbar. Meskipun dipadati kendaraan, lalu lintas terpantau masih lancar dan merayap. Selain itu rekayasa lalu lintas yang telah dilakukan ternyata efektif untuk mengantisipasi kemacetan.
Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Ari Yuswan Triono mengatakan untuk kondisi lalu lintas kendaraan, hampir sama dengan tahun lalu, yang mana kondisi padat merayap. Memang, selama arus mudik dan arus balik terjadi kepadatan arus, karena volume kendaraan yang meningkat disebabkan banyaknya kendaraan yang melintasi jalur Sumbar.
“Kenaikan volume kendaraan meningkat tajam. Kemacetan tidak terjadi. Cuma padat, tapi tetap jalan. Tidak stop kayak yang dulu-dulu. Padat merayap itu disebabkan adanya sumbatan jalan, seperti kendaraan keluar masuk pasar, tempat makan dan tempat wisata. Pemetaan titik kemacetan sesuai prediksi seperti di fly over kelok sembilan, asar tumpah di Koto Baru. Tapi itu dapat diantisipasi dan lancar dengan rekayasa lalu lintas yang dilakukan, termasuk pengalihan arus,” kata AKBP Ari.
AKBP Ari menjelaskan, khusus waktu tempuh Padang-Bukittinggi, pada saat arus mudik dan balik lebaran tahun dapat berkurang. Ia mengungkapkan waktu yang dapat ditempuh pengendara paling lama hanya enam jam. Waktu tempuh itu mengalami penurunan dua jam dibanding 3 tahun yang lalu.
“Tahun lalu delapan sampai enam jam, tahun sekarang tidak jauh berbeda, tapi tidak sampai memakan waktu hingga delapan jam. Kondisi masih lancar, dan apalagi kita melihat kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas juga mulai meningkat. Tidak salip menyalip saat situasi padat merayap,” ungkap AKBP Ari.
AKBP Ari mengakui pengendara banyak yang memanfaatkan jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan. Namun ia tidak menampik untuk pengendara dari luar Sumbar masih kebingungan mencari jalur alternatif tersebut sehingga terjebak kemacetan. Meski pengaman arus mudik dan balik lebaran telah usai, pihak kepolisian akan segera melakukan evaluasi agar di tahun selanjutnya dapat lebih baik.
“Pengamanan lebaran ini diberi nama Operasi Ketupat Singgalang yang dilaksanakan sejak 29 Mei hingga 10 Juni 2019. Yang jelas untuk tahun berikutnya kami juga akan evaluasi kembali. Seperti sarana dan prasarana yang sudah rusak maupun hilang atau sebagainya kita perbaiki di tahun depan,” ujarnya.
AKBP Ari menuturkan dalam evaluasi nanti pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan masukan-masukan sehingga Operasi Ketupat Singgalang selanjutnya dapat kembali lancar. Secara keseluruhan, selama arus mudik dan arus balik, pengamanan Operasi Ketupat Singgalang 2019 berlangsung aman dan lancar.
“Kami koordinasi dengan instansi terkait terkait jalur mudik dan balik di Sumbar tahun depan. Makanya kita akan berikan masukan bersama instansi terkait seperti pelebaran ruas jalan dan lainnya sehingga titik-titik rawan macet dapat diatasi, dan waktu tempuh semakin berkurang,” pungkasnya. (rgr)





