METRO PESISIR

Tingkatkan Produksi Pajale, Pemko dan TNI Bersihkan Lahan Tidur

0
×

Tingkatkan Produksi Pajale, Pemko dan TNI Bersihkan Lahan Tidur

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO – Peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (Pajale) dengan menjadikan taman inovasi pertanian di Kota Pariaman, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman bekerjasama dengan Kodim 0308 Pariaman melakukan gotong royong membersihkan lahan tidur di Desa Taluak, Kecamatan Pariaman Selatan, kemarin.
Wali Kota Pariaman H Genius Umar, saat meninjau lokasi gotong royong tersebut mengatakan bahwa kegiatan demplot tumpang sari ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari Program Nasional Kementerian Pertanian (Upsus Pajale). Untuk lahan tidur ini nanti akan dilakukan demplot penanaman Pajale. Upaya gotong royong ini dilakukan bersama dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kota Pariaman beserta Kodim 0308 Pariaman serta masyarakat Desa Taluak.
“Sesuai dengan visi misi Wali Kota Pariaman tentang pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal, setelah kami pantau kelapangan ternyata masih banyak lahan-lahan tidur yang belum kita manfaatkan,” terangnya.
“Jika kita lihat dari letak dan strategisnya, Desa Taluak ini sangat potensi dan produktif, hanya saja masyarakat kita memiliki keterbatasan dalam hal kemampuan teknologi dan pengembangannya. Upaya ini kita lakukan sebagai bentuk pancingan bagi masyarakat sekitar bagaimana kita bisa memanfaatkan lahan tidur,”” ujar Wako.
Ia juga berharap Dinas Pertanian dapat mengembangkan demplot pertanian ini menjadi bank tanah sehingga bisa dikembangkan menjadi agro wisata bagi Kota Pariaman.
”Jika berhasil nanti akan kita undang Kementerian Pertanian RI untuk datang ke Kota Pariaman untuk melihat hasil kerja keras kita,” ujarnya.
Kodim 0308 Pariaman, Hery Pujiyanto, mengatakan bahwa dalam hal ini pembuatan demplot penanaman pangan pajale, ini berdasarkan kerjasama antara TNI dengan Kementan RI. ”Ini harus kita laksanakan sepanjang tahun dan untuk tahun ini kita bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Pariaman untuk memanfaatkan lahan tidur yang sudah tidak digarap masyarakat,” ujarnya.
Dasarnya memilih ini katanya, lahan ini dulunya pernah diolah masyarakat tapi selalu gagal mungkin disebabkan pengetahuan tentang pertanian. “Upaya yang sudah kita lakukan adalah kita juga sudah menginvetarisir pemilik lahan,” ujarnya.
Kadis Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Dasril mengatakan untuk pengembangan demplot pajale ini juga sudah melakukan kerjasama dengan PT Panah Merah untuk pengembangan tanaman hortikultura.
“Mereka siap untuk membantu kita memberi bibit pengembangan dan kita nanti akan bertanggungjawab terhadap bibit, teknis, teknologi dengan dibantu pengawasan oleh para penyuluh pertanian, sedangkan Kodim 0308 akan membantu dengan mengerahkan tenaga kerjanya. Insyaallah, untuk tanam perdana nanti akan kami lakukan bersama Walikota Pariaman setelah lebaran,” ujarnya.
Kabid Tanaman Pangan, Pertanian, Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Mulyadi mengatakan nanti setelah tanaman jagung, rencanannya akan dipadukan dengan kegiatan demplot tanaman palawija setelah itu akan kita gilirkan setiap musim tanam selama tiga tahun berturut-turut yang bekerjasama dengan Kodim 0308 dan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kota Pariaman.
Setelah terlaksana nanti, diharapkan masyarakat bisa mencontoh bahwa pemanfaatan lahan pekarangan dengan sistem kerjasama juga bisa meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut, dan dapat menjadi lahan edukasi dan pendidikan bagi masyarakat serta generasi muda dalam rangka kegiatan pembangunan pertanian di Kota Pariaman.
Disamping kita melakukan taman inovasi ini, lanjut Mulyadi, juga akan kita terapkan teknologi terbaru yang dikeluarkan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yaitu pertama sekali dengan tanpa olah tanah (TOT).
“Tahap pertama kita menggunakan TOT ini untuk tanaman jagung, kemudian akan kita buat site plan sebagaimana taman-taman ini juga akan dijadikan taman sains pertanian yang dipadu dengan taman inovasi pertanian di Kota Pariaman. Mudah-mudahan dengan melihat langsung kenyataan teknologi yang kita terapkan generasi muda mau kembali menjadi petani milenial,” tandasnya mengakhiri. (efa)