METRO PADANG

Jembatan Batang Kalu H-10 Lebaran Bisa Dilewati, Jamin Jalan Nasional Bebas Lubang

0
×

Jembatan Batang Kalu H-10 Lebaran Bisa Dilewati, Jamin Jalan Nasional Bebas Lubang

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Kontruksi jembatan Permanen Batang Kalu di Kayutanam dipediksi selesai menjelang H-10 menjelang lebaran. Hal ini dikatakan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Aidil Fiqri, Jumat (17/5).
Jembatan Batang Kalu di Kayu Tanam Padangpariaman yang ambruk karena banjir pada Desember 2018 lalu, tengah proses pembangunan ulang. Jembatan ini ditargetkan bisa dilewati pemudik H-7 Lebaran 2019 sehingga tidak akan menjadi salah satu titik kemacetan jalur penghung Padang- Bukittingi dan Provinsi Riau.
Dijelaskan Aidil pengerjaan kontruksi jembatan yang merupakan jalur sentral yang menghubungkan Padang-Bukittingi-Riau ini akan rampung minimal H-7 menjelang lebaran, “ Kita usahakan dan upayakan maksimal H-10 sudah bisa dilewati, minimal H-7. Saat ini proses penggerjaan lantai. Insya Allah sudah bisa dilewati oleh pemudik,” ujar Aidil.
Lebih lanjut Aidil menjelaskan,  saat ini jembatan Batang Kalu sudah 70 persen. pengerjaan ini tergolong cepat lebih memakan 2.5 bulan pengerjaan sejak bulan maret yang lalu. Urgensi Pengerjaan Jembatan tersebut sesuai dengan moto kami yaitu  Bergerak cepat, bekerja keras. bertindak tepat karena jalur ini sangat vital perannya, dan arus mobilisasi sangat tinggi.
”Waktu pengerjaan dipercepat, kualitas dari jembatan ditingkatkan. Perkiraan Saya diatas 70 persen. Ini tergolong cepat 2.5 bulan pengerjaan, Sesuai dengan moto Kementrian Pekerjaan Umum” Bergerak cepat, bekerja keras. bertindak tepat, “ kata Aidil.
Pria Asal Sumatera Selatan mengatakan jembatan utama, dua unit jembatan darurat yang saat ini menjadi akses bagi pengendara, tetap akan dipertahankan untuk sementara. Jika dibutuhkan, dua unit jembatan itu bisa dimanfaatkan untuk lalu lintas kendaraan menghindari apabila potensi macet menjelang lebaran,” Kondisi jembatan darurat masih bagus, masih bisa  dimanfaatkan,” kata Aidil.
Sementara itu, untuk kesiapan jalur mudik (BPJN |||) yang membawahi jalan nasional Sumbar- Bengkulu ini mengklaim sangat siap menghadapi arus mudik penutupan lobang dijalan pada enam segmen ruas jalan nasional pada jalur mudik lebaran dilakukan dengan tambal sulam. karena hari besar umat Islam tersebut semakin dekat dan pekerjaan dilakukan dalam waktu singkat.
Keenam segmen tersebut meliputi Segmen I Padang – Bukittinggi – Batas Riau, Segmen 2 Padang – Lubuk Sikaping – Batas Sumut, Segmen 3 Padang – Simpang Empat – Batas Sumut, Segmen 4 Padang – Painan – Batas Bengkuku, Segmen 5 Padang – Muara Labuh – Batas Jambi, dan Semen 6 Padang – Dharmasraya – Batas Jambi.
”Kita targetkan H-10 jelang lebaran tidak ada lagi lobang dijalan. Rata-rata ruas jalan nasional di Sumbar ini sudah bagus, hanya di ruas segmen Padang – Dharmasraya – Batas Jambi dan Padang – Muara Labuh – Batas Jambi perlu perhatian,” katanya.
Aidil Fiqri merinci, segmen terparah dari ruas jalan nasional berada Segmen 6 melalui ruas Padang – Dharmasraya – Batas Jambi. Ia pun tak memungkiri di segmen ini sudah terlanjur parah kondisinya, khususnya di Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya. Bahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebelumnya harus diganti Bulan Februari kemarin, karena kinerja buruk.
“Lobang di jalan nasional Dharmasraya sudah kita tangani, tak ada lagi lobangnya. Tinggal lagi di Kabupaten Sijunjung yang banyak lobangnya serta satu titik dilakukan penanganan longsoran,” kata Aidil.
Pada segmen lain seperti Padang – Bengkulu – melewati Painan sudah nyaman dilewatI, bahkan nyaris tanpa lobang. Karena jalan sudah rusak parah seperti di Tapan maupun Indrapura sudah diperbaiki dengan proyek WINRIP.
Begitupun di segmen Padang – Simpang Empat Batas Sumut yang sudah licin tiada lobang. Karena Ratusan Miliar Rupiah dana digelontorkan, baik melalui proyek WINRIP maupun didanai APBN.
“Segmen Padang – Muara Labuh – Jambi diawal bagus. Diujung ada kerusakan namun sedang dikerjakan oleh kontraktor, tepatnya di daerah Padang Aro hingga batas Jambi. Lalu segmen Padang – Lubuk Sikaping – Batas Sumut semua sudah bagus, yang ditakutkan hanya tanah longsor. Namun kita sudah stanby kan alat berat disana untuk antisipasi apabila terjadi bencana longsor,”katanya. (cr1)