SOLOK, METRO – Meski sempat berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejak pelariannya, akhirnya Rahman alias Fito (28) yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap Delfi Busyra (41) dibekuk. Dia sempat melawan dan mencoba kabur sebelum petugas menembak kakinya.
Petugas Satreskrim Polres Solok Kota mengamankannya di Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Kamis (16/5) sore. Sebelum dibekuk, pelaku sempat berupaya kabur ketika berpapasan dengan petugas yang tengah mencarinya.
Dari informasi, Jumat (17/5) terungkap, motif di balik kasus pembunuhan sadis itu ternyata dilatarbelakangi oleh pembagian hasil pencurian yang tidak adil. Pelaku yang tercatat sebagai warga Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok itu tidak terima ketika hasil penjualan mobil yang mereka curi, pembagiannya lebih banyak diambil korban.
Padahal korban yang tercatat sebagai warga Gunungpangilun, Kota Padang itu sempat tidur di rumah pelaku selama 3 hari sebelum kejadian. Sebelumnya pelaku bersama korban sempat melancarkan aksi pencurian mobil di Kota Padang.
Mobil hasil curian tersebut kemudian mereka jual dan uangnya mereka bagi. Namun dalam pembagian jatah itu ternyata pelaku merasa dirugikan. Dan di hari naas itu, hubungan persahabatan antara pelaku dan korban sempat memanas, ketika pelaku menuntut bagiannya. Bahkan, keributan di depan kincir air tua itu berlanjut dengan perkelahian.
Malang korban roboh ketika sebilah pisau dapur menancap di bagian lehernya. Bahkan pelaku berkali-kali menusuk leher korban hingga korban terkapar bersimbah darah.
Melihat korbannya tak berdaya, pelaku yang lama tinggal di Palembang itu langsung kabur meninggalkan korban. Untuk menghilangkan jejak pelariannya, pelaku yang juga berkali-kali keluar masuk bui itu, lari dengan berpindah-pindah tempat.
Awalnya pelaku yang merupakan residivis kasus pencurian di daerah Palembang dan Solok itu kabur ke daerah Cupak. Kemudian pelaku menghilang dan lari ke daerah Surian.
Untuk menghilangkan jejak pelariannya, pelaku dengan menggunakan sepeda motor terus bergerak ke daerah Solok Selatan. Namun malang pelarian pelaku tercium oleh petugas.
Mendapat informasi keberadaan pelaku, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan langsung memerintahkan anggotanya untuk bergerak cepat. Tim Reskrim Polres Solok Kota langsung merapat mengikuti jejak pelarian pelaku hingga ke Solsel.
Tenyata benar dalam perburuan tehadap pelaku itu, petugas berpapasan dengan pelaku di kawasan Padang Aro, Solok Selatan. Petugas langsung melakukan pengejaran, ketika pelaku berusaha kabur saat melihat petugas.
Namun usaha pelaku untuk kabur sia-sia. Petugas berhasil menghentikan sepeda motor pelaku. Saat ditangkap, pelaku bukannya menyerah malah mencoba melawan. Sebutir timah panas terpaksa disarangkan petugas di bagian kaki pelaku.
Dony Setiawan mengatakan, kasus ini masih didalami petugas. Motif sementara dibalik kasus pembunuhan ini dilatar belakangi pembagian hasil penjualan mobil yang mereka curi tidak merata. (vko)





