METRO BISNIS

Dua Tahun Padang Teater Dibiarkan Sepi, Penjual Buku Bekas tetap Bertahan

0
×

Dua Tahun Padang Teater Dibiarkan Sepi, Penjual Buku Bekas tetap Bertahan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Di balik sepinya komplek pertokoan yang ada di Padang Theater, Pasar Raya Padang, ternyata yang masih bertahan sampai saat ini adalah toko penjual buku buku-bekas. Bahkan keberadaannya, menjadi iconnya Pasar Padang Tetaer.
Bagi pemburu dan pecinta buku-buku bekas dan murah, di Kota Padang, sebenarnya keberadaan toko buku bekas dan murah tersebut bukanlah tempat yang asing bagi masyarakat Kota Padang. Sebab keberadaannya sudah cukup lama.
Beragam jenis buku tersedia, mulai dari buku pelajaran sekolah, perkuliahan, novel, kamus, ensiklopedia, majalah, komik, dan lainnya. Menariknya, pedagang juga menjajakan buku yang sudah langka.
Pada pantaua POSMETRO yang dihimpun di lapangan Pertokan Buku bekas  lantai 2 basement “Padang Teater” , kios-kios buku masih terlihat walaupun tidak sebanyak di Eranya. Meski masih ada yang eksis menjual buku bekas namun tak seramai dahulu. Bahkan ada juga  yang gulung tikar karena semakin sepinya pengunjung pasar tersebut.
Sebelum adanya internet. Kawasan ini selalu ramai, tidak hanya sekedar  nongkrong sambil membaca buku maupun komik bagi anak anak muda yang hobi membaca, ada juga yang  membeli buku-buku bekas untuk keperluan sekolah.
“ Pertokan buku bekas di kawasan “Padang Teater” tidak hanya ramai hanya yang membaca saja. Namun juga banyak yang membeli buku bekas untuk keperluan akademis maupun penelitian, “ujar Is Pemilik Toko Buku Is kepada POSMETRO, kemarin (13/5).
Pria yang sudah puluhan tahun berjualan buku bekas itu menambahkan, dibanding tahun 2006 awal dia berjualan, memang jauh berbeda. Namun, lanjutnya,  masih ada juga sebagian kecil peminat buku bekas. Karena harganya lebih murah, bisa setengah dari harga normal.
Katanya peminat buku bekas itu masih ada dan peminatnya tersendiri. Biasanya buku-buku lama diperlukan untuk bahan skripsi. Mereka yang biasanya karena susah menemui buku lama tersebut took-toko buku modern.
Pedagang buku bekas lainnya, Tommy (29) menjelaskan, minat baca buku memang dirasakan kurang dikalangan anak anak sekarang.
“Dahulu anak-anak sekolah banyak peminat baca komik, majalah maupun novel, namun sekarang kita sudah kalah saing dengan internet maupun medsos,” bebernya.
Selain itu, lanjut Tommy, selain kendala minat baca yang saat ini menurun, ia menilai pengaruh sepinya pertokoan buku bekas di kawasan Padang Teater. Disebabkan karena pertokoan lantai 2, bagian depan kawasan Padang Teater  yang sebelumnya disinyalir” salon esek esek” habis dibongkar dan dibiarkan terbangkalai sampai saat ini. Sehingga, masyarakat menganggap keberadaan toko buku dikawasan ini tidak ada lagi.
“Sekarang sudah menjadi kotor. Lembab dan bau pesing. Sebaiknya lapak yang dibongkar, bisa digunankan bagi pedagang buku maupun pedagang lainnya. Hampir dua tahun dibiarkan begitu. Saya harap Pemko Padang juga memperhatikan juga nasib kami, “jelasnya. (cr1)