SUDIRMAN, METRO – Mengacu pada hasil rekapitulasi suara pemilu legislatif KPU Kota Padang, Partai Gerindra berhasil meloloskan 11 Calegnya ke DPRD Padang. Dengan hasil tersebut, maka kader Gerindra akan merebut jabatan kursi ketua DPRD.
Berdasarkan data yang diperoleh KPU Kota Padang Gerindra meloloskan kandidatnya pada setiap Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada. Bahkan, di Dapil 1 meliputi Kototangah, Gerindra berhasil mendudukan dua calegnya, yaitu Delam Putra meraih 4.186 suara, dan Manufer Putra Firdaus.
Dapil 2 meliputi Kuranji, Pauh diraih Syarial Kani dengan suara terbanyak yakni, 7.091 suara, Donal Ardi, serta Muzni Zen. Kemudian, Dapil 3 meliputi Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, Bungus Teluk Kabung ada nama Elly Thrisyanti dengan peroleh 4.162 suara, selanjutnya Dewi Susanti, dan Amran Tono.
Sedangkan Dapil 4 meliputi Padang Selatan dan Padang Timur ada satu nama yaitu, Boby Rustam dengan perolehan 2.057 suara. Terakhir, Dapil 5 meliputi Padang Barat, Padang Utara dan Nanggalo ada nama Mastilizal Aye berhasil meraup 4.964 suara, dan Budi S.
Menanggapi hasil rekapitulasi itu, Pengamat Politik dari Universitas Andalas, Najmuddin M Rasul menilai, tiga nama mencuat untuk menduduki kursi Ketua DPRD Kota Padang. Dia memprediksi nama Syafrial Kani, Budi S, dan Elly Thrisyanti . Syafrial Kani, kata dia, punya kelebihan distruktur partai. Beliau memegang jabatan strategis sebagai Ketua DPC Kota Padang.
“Beliau ini punya rekam jejak yang cukup bagus, jika dilihat dari sisi perolehan suara, tentu juga sepatutnya Syafrial Kani,” ujar Najmuddin saat dihubungi POSMETRO, Kamis (9/5).
Sementara Elly Thrisyanti, kata Najmuddin, juga punya pengalaman di DPRD Padang. Di periode 2014-2019, Elly menjabat sebagai Ketua DPRD Padang, ini merupakan posisi yang sangat strategis. “Peluang buk Elly tetap ada,” sebut Najmuddin.
Begitu pun Budi S. Najmuddin menganggap, Budi punya kemampuan mumpuni menjabat ketua DPRD. Alasannya, beliau sangat aktif. Maka, menurut dia, kedua caleg ini memiliki mekanisme internal untuk menduduki posisi ketua. Karena, keputusan partai mutlak, meskipun ada caleg memperoleh suara terbanyak.
“Meski memperoleh suara terbanyak, tidak memungkinkan ada penyegaran. Budi berpeluang karena sosok yang energik, ikhlas bekerja untuk kepentingan masyarakat, namun siapa ketua DPRD nanti itu ada di internal partai Gerindra,” ujar Doktor Komunikasi Politik jebolan Universitas Kebangsaan itu.
Lebih lanjut, Najmuddin mengatakan, untuk menentukan ketua DPRD harus memenuhi dua syarat, kemampuan dan loyalitas. Dia juga memprediksi, jabatan ketua DPRD juga merupakan jabatan strategis untuk mengejar target memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Posisi ketua ini harus memiliki loyalitas tinggi. Tentu ada kaitannya dengan menghadapi hajatan besar setelah pemilu ini yakni target gubernur. Maka butuh ketua DPRD yang kuat dalam mempertahankan partai Gerindra,” kata Najmuddin.
Di sisi lain, Najmuddin berharap kepada seluruh caleg yang terpilih agar mempunyai tekad dan keinginan kuat dalam menjadikan DPRD sebagai lembaga yang terhormat, dan bersih. Berperan aktif mewujudkan kehendak dan keinginan rakyat, serta menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Harapan saya ke depannya agar semua anggota DPRD yang terpilih bisa solid dalam mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Jangan lupa sama janji-janji saat kampanye, karena suara rakyat suara Tuhan,” tukasnya.
Diketahui, sepanjang periode 2014-2019, jabatan Ketua DPRD Padang telah mengalami beberapa kali perubahan. Partai Gerindra sebagai pemenang pemilu di 2014 setidaknya telah menetapkan tiga orang sebagai Ketua DPRD Padang.
Pertama, Emnu Azamri yang ditunjuk sebagai ketua sementara. Setelah itu Gerindra menetapkan Erisman Chaniago sebagai ketua DPRD Padang, hingga kemudian digantikan oleh Elly Thrisyanti hingga saat ini. (mil)





