JAKARTA, METRO— Pendiri firma analitik Big Data Evello, Dudy Rudianto mengungkap banyaknya konten hoax terkait Makan Bergizi Gratis (MBG). Termasuk terkait informasi adanya jurnalis yang membongkar dalang keracunan MBG lalu ditahan polisi.
“Konten tersebut juga menyebutkan narasi yang bombastis seperti aksi nekat Valencia tersebut dalam rangka membongkar aib publik yang berarti membongkar aib negara” ujar Dudy, Jumat (6/3).
Dudy mengatakan, Evello menemukan penyebaran hoax ini masih terjadi di media sosial Facebook dan Instagram. Kondisi ini patut dianggap mengkhawatirkan.
“Sebaran dan interaksi tertinggi konten hoaks ini mencapai 31.889 total engagement di Facebook dengan sebaran sebanyak 2.344 kali dan 8.478 percakapan” imbuhnya.
Di Instagram tercatat mencapai 7.080 percakapan dengan interaksi mencapai 29.393 likes. Evello juga melakukan analisa mendalam untuk melihat profil psikologis yang terbentuk dari sebaran dan intreaksi hoaks tersebut.
Hasilnya Evello menemukan data berupa dampak dari sebaran konten hoax ini membuat 50 persen percakapan mengarah pada krisis kepercayaan terhadap hukum dan pemerintahan. Interaksi ini didominasi oleh perasaan agresif yang terbentuk karena rasa marah dan antisipasi.
Selain itu, 30 persen arah percakapan kepada kegagalan dan korupsi program MBG, serta 20 persen percakapan sangat politis karena berisikan narasi penyesalan elektoral.
Dari data tersebut, Evello menyimpulkan bahwa hoax ini digerakan oleh kelompok tertentu. Tujuannya adalah menimbulkan permusuhan lebih luas.
“Sebaran dan interaksi konten ini di X tidak cukup besar karena aplikasi AI milik X memoderasi unggahan tersebut sebagai konten DFK” pungkas Dudy. (jpg)





