BUKITTINGGI, METRO— Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Tim I Safari Ramadhan melanjutkan rangkaian kegiatan silaturahmi dengan masyarakat. Memasuki hari keempat Ramadan 1447 Hijriah, rombongan mengunjungi jamaah Masjid Jami’ Aur Kuning, Selasa (2/3).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan peran generasi muda dalam memakmurkan masjid.
Menurut Ramlan, perhatian terhadap anak muda harus menjadi prioritas agar mereka semakin dekat dengan kegiatan keagamaan. Untuk itu, ia mendorong penguatan program Surau Gemilang yang diharapkan mampu menarik minat generasi muda kembali ke masjid.
Program tersebut, kata dia, tidak hanya bertujuan meramaikan rumah ibadah, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.
“Sudah ada beberapa kegiatan yang telah disusun. Terbaru, kita telah mulai Surau Gemilang dengan kegiatan Subuh Berjamaah murid didampingi orang tua. Kita berharap ke depan ini menjadi sebuah kebiasaan yang baik,” ungkap Ramlan.
Ia menjelaskan, Surau Gemilang dirancang sebagai gerakan untuk memperkuat peran masjid dalam membangun karakter generasi muda serta pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Program ini juga selaras dengan falsafah Minangkabau Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.
Selain menyoroti program keagamaan, Ramlan juga memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan Pemerintah Kota Bukittinggi di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga sosial kemasyarakatan.
Beberapa program tersebut antara lain pemeriksaan kesehatan gratis bagi calon jamaah haji, layanan ambulans siaga gratis, serta program Tabungan Haji Pelajar bagi siswa tingkat SD dan SMP.
Tidak hanya itu, pemerintah kota juga memberikan dukungan di bidang pendidikan melalui program seragam sekolah gratis serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Selain itu, Pemko Bukittinggi juga melakukan pembenahan infrastruktur, termasuk penggantian pipa PDAM yang telah berusia 38 tahun dengan dukungan anggaran pusat sebesar Rp42 miliar, untuk mengurangi kebocoran air yang mencapai 40 persen,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ramlan juga mengingatkan kembali sejarah penting Bukittinggi yang pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia saat masa agresi militer Belanda.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan Bukittinggi agar memperoleh status daerah khusus, mengingat nilai historis dan perannya dalam perjalanan bangsa.
Selain itu, pemerintah kota juga tengah mempersiapkan berbagai agenda untuk memperingati 100 tahun Jam Gadang, yang menjadi ikon sekaligus kebanggaan masyarakat Bukittinggi.
Pada akhir kegiatan, Tim Safari Ramadhan juga menyerahkan bantuan untuk honor penceramah selama bulan Ramadhan kepada pengurus masjid. Bantuan tersebut turut diukung melalui program CSR dari Bank Nagari dan BPRS Jam Gadang.
Bantuan itu diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan keagamaan selama Ramadhan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat. (pry)





