BERITA UTAMA

Kebakaran, Rumah Kayu Milik Malin Ameh Rata dengan Tanah

7
×

Kebakaran, Rumah Kayu Milik Malin Ameh Rata dengan Tanah

Sebarkan artikel ini
PADAMKAN API— Warga berupaya memadamkan api yang membakar rumah kayu di Nagari Barung - Barung Belantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, dengan alat seadanya.

PESSEL METRODisaat banyak warga sedang mempersiapkan keperluan berbuka puasa, warga di Nagari Barung – Barung Belantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, di­buat panik dengan si jago merah yang melahap bangunan rumah papan kayu milik Malin ameh .

Bangunan rumah yang terbuat dari kayu itu membuat api dengan cepat meratakan hampir seluruh bagian rumah tersebut. Hanya butuh waktu 20 me­nit, rumah kayu milik Malin Ameh itu sudah rata dengan ta­nah dan hanya me­nyi­sakan puing-puing arang­ hitam.

Meski begitu, warga setempat beramai-ramai memadamkan api dengan dengan alat seadanya lantaran lokasi kebakaran cukup padat permukiman penduduk. Warga khawatir api menyambar bangunan rumah lainnya. Setelah menyiramkan air cukup banyak, api bisa dipadamkan tapi Malin Ameh kehilangan rumah kayunya.

Wali Nagari Barung-Barung Belantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan Jhoni Arman kepada POSME­TRO membenarkan kejadian kebakaran di wilayahnya itu.

“Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 Wib, berlokasi di Nagari Barung – Barung Belantai, Kecamatan Koto XI Tarusan. Yang mana lokasi rumah terbakar berada kurang lebih 150 meter di belakang kantor wali nagari,” kata Jhoni.

Jhoni menuturkan saat terjadi kebakaran, pemilik rumah Rafli Malin ameh tidak berada di rumah ter­sebut. Karena, rumah terbakar sudah lama tidak di tempati oleh pemiliknya.

Baca Juga  Audy Joinaldy Umumkan Juara Kompetisi Bisnis Entrepreneur Success Challenge Sumatra Barat 2020

“Rumah ini sudah lama tidak ditempati pemiliknya. Dan lokasi rumah terbakar cukup padat penduduk,” terang Wali Nagari.

Lebih lanjut, Jhoni menambahkan, agar tidak merambat kerumah warga sekitar, menggunakan ember warga mencoba me­ma­damkan api dengan me­nyi­ram kan air.  Dan api bisa dipadamkan,  sehingga tidak merambat ke rumah warga lainya.

“Untuk memastikan api benar – benar padam, personil Damkar Kecamatan Koto IX Tarusan dan Painan tiba dilokasi langsung melakukan pemadaman api, dengan menyemprotkan air agar api benar – benar padam.  Tidak ada korba jiwa, untuk penyebab kebakaran belum bisa di pastikan. Di dalam rumah tidak ada ada aliran listrik,” tutur dia.

Damkar Pessel Buka Pos Baru di Koto XI Tarusan

Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Dam­kar) Kabupaten Pesisir Selatan terus mening­katkan pelayanan kepada ma­sya­rakat, khususnya dalam penanganan kejadian kebakaran, di Kecamatan Koto XI Tarusan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Satpol PP-Damkar Pesisir Selatan, Agung, mengatakan pembukaan pos baru tersebut bertujuan untuk memperluas jangkauan wilayah manajemen kebakaran sekaligus mempercepat respons petugas dalam menangani peristiwa kebakaran.

Baca Juga  PKS Sumbar Resmi Luncurkan 11 Posko Mudik, Berikan Beragam Fasilitas bagi Pemudik

“Dalam rangka meningkatkan jangkauan wila­yah manajemen kebakaran serta mempercepat penanganan kejadian kebakaran, kami telah membuka satu Pos Pemadam Kebakaran baru di Kecamatan Koto XI Tarusan,” ungkap Agung, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan, Pos Pemadam Kebakaran ter­sebut mulai resmi beroperasi pada 2 Maret 2026. Pos ini ditempatkan di Gedung UDKP yang berada di Kantor Camat Koto XI Tarusan.

Menurutnya, kebera­da­an pos baru tersebut diharapkan dapat mem­per­kuat pelayanan kepada ma­syarakat, terutama da­lam upaya penanggulangan kebakaran di wilayah Kecamatan Koto XI Tarusan dan daerah sekitarnya.

Selama ini, kata Agung, jarak tempuh dari pos pemadam kebakaran yang ada menuju sejumlah wila­yah di Koto XI Tarusan cukup jauh. Kondisi tersebut kerap menjadi tantangan bagi petugas dalam memberikan respons cepat ketika terjadi kebakaran.

Dengan hadirnya pos baru tersebut, waktu tempuh petugas menuju lokasi kejadian diharapkan dapat dipangkas sehingga penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

“Dengan adanya pos baru ini, respons terhadap kejadian kebakaran diharapkan bisa dilakukan lebih cepat. Hal ini tentu akan membantu meminimalisir dampak kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran,” terangnya. (rio)