SOLOK, METRO— Di bulan Ramadhan, volume sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Kota Solok mengalami peningkatan. Lonjakan ini dipicu perubahan pola konsumsi masyarakat selama bulan puasa. Di lapangan terlihat peningkatan volume sampah, terutama terlihat pada sampah rumah tangga, plastik kemasan, sisa makanan, serta limbah kulit kelapa muda.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Solok, Hanif menyatakan pihaknya terus memastikan sistem pengelolaan berjalan optimal agar tidak terjadi penumpukan.
Menurut Hanif, dinas melakukan penyesuaian sistem kerja tenaga kebersihan dengan menitikberatkan pada capaian hasil di lapangan serta memastikan armada pengangkut beroperasi maksimal. “Kami berupaya menjaga kelancaran pengangkutan meski volume meningkat, termasuk memastikan armada berfungsi optimal,” ujarnya.
Selain itu, Hanif mengimbau masyarakat mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah untuk mengurangi beban TPA, terutama di tengah meningkatnya penggunaan kemasan plastik selama Ramadhan.
Sementara menurut Pengawas Tenaga Kebersihan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Solok, Mitra Yoriskia mengatakan aktivitas belanja dan konsumsi menjelang berbuka puasa dan sahur berdampak langsung pada jumlah sampah yang masuk ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). “Pola konsumsi selama Ramadan berbeda dari hari biasa, sehingga volume sampah ikut meningkat,” ujarnya.
Mitra mengimbau masyarakat membuang sampah pada TPS yang telah disediakan di sejumlah titik strategis. Ia juga meminta pedagang kelapa muda mengemas limbah dalam karung berkapasitas 30 kilogram agar memudahkan proses pengangkutan dan mencegah sampah berserakan. “Kami berharap ada kerja sama dari masyarakat dan pedagang agar sampah tidak tercecer sebelum diangkut. Ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan,” katanya. Meski terjadi peningkatan, volume sampah selama Ramadan masih dapat ditangani dan tidak jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (vko)





