METRO SUMBAR

Jangan Sepelekan Begadang, Puasa Butuh Manajemen Istirahat yang Tepat

2
×

Jangan Sepelekan Begadang, Puasa Butuh Manajemen Istirahat yang Tepat

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Bahaya begadang saat puasa Ramadhan demi menjaga kebugaran tubuh dan konsentrasi harian.

MENJAGA kondisi tubuh tetap prima selama menjalankan ibadah puasa Ramadan menjadi perha­tian banyak orang. Perubahan pola aktivitas harian, mulai dari waktu sahur hingga ibadah malam, me­nuntut pengaturan istirahat yang lebih disiplin. Tanpa manajemen waktu tidur yang baik, daya tahan tubuh dapat menurun de­ngan cepat.

Salah satu kebiasaan yang kerap dianggap sepele adalah begadang berlebihan. Padahal, kurang tidur secara perlahan da­pat melemahkan sistem imun dan menurunkan pro­duktivitas. Dampaknya se­ring kali baru terasa ketika kondisi fisik sudah benar-benar menurun.

Karena itu, risiko begadang saat Ramadan perlu dipahami sejak awal agar tidak mengganggu kesehatan. Kesadaran untuk menjaga pola istirahat menjadi kunci menjaga kebugaran selama berpuasa. Berikut lima dampak kesehatan yang patut diwaspadai.

Durasi dan Kualitas Tidur Menurun. Memasuki bulan puasa, ritme harian mengalami perubahan signifikan. Waktu makan dan ibadah bergeser, sehingga jam biologis tubuh ikut menyesuaikan. Pergeseran ini sering berdampak pada berkurangnya waktu tidur malam.

Baca Juga  Inyiek Balang Mengamuk, Perut Kambing Dikoyak dalam Kandang

Berkurangnya durasi istirahat berpengaruh lang­sung pada kebugaran. Penelitian yang dimuat dalam jurnal di Science Direct menunjukkan adanya penurunan waktu tidur selama Ramadan, khususnya pada paruh kedua bulan puasa.

Kantuk Berlebih pada Siang Hari. Kurang tidur di malam hari membuat tubuh berusaha “membayar utang” istirahat pada siang hari. Waktu untuk terlelap bisa mundur hingga dua setengah jam dari biasa­nya. Kondisi ini memicu rasa lelah yang lebih berat.

Akibatnya, aktivitas harian dan pekerjaan menjadi terganggu. Banyak orang mengalami penuru­nan fokus dan kewaspadaan karena kualitas istirahat yang menurun.

Penurunan Konsentrasi dan Fungsi Kognitif. Ku­rang tidur tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga kemampuan otak. Konsentrasi dan daya pikir dapat menurun drastis ketika tubuh kekurangan istirahat. Tugas sederhana pun terasa lebih berat dari biasanya.

Kondisi ini bahkan dinilai setara dengan dampak negatif akibat konsumsi alkohol. Hal tersebut diungkapkan oleh dr. La­wrence Epstein dari Harvard Medical School.

Baca Juga  Bappeda Simeulue Kunjungi Tanahdatar

Memicu Insomnia dan Mudah Tersinggung. Pengurangan waktu tidur secara terus-menerus dapat menimbulkan gangguan istirahat, termasuk insomnia. Jika terjadi berulang, kondisi ini berpotensi meng­ganggu keseimbangan men­tal dan emosional.

Kurang tidur juga membuat seseorang lebih mu­dah marah dan cemas. Perubahan suasana hati sering muncul setelah dua malam tidak cukup istirahat.

Meningkatkan Risiko Obesitas dan Penyakit Jantung. Dampak jangka panjang dari kurang tidur tidak bisa dianggap remeh. Kebiasaan begadang yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko pe­nya­kit kronis.

Berat badan bisa naik akibat gangguan metabolisme. Selain itu, sistem peredaran darah menjadi lebih rentan terganggu, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan jantung.

Peringatan medis ter­sebut menegaskan bahwa menjaga waktu istirahat selama Ramadan bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan bagian penting dari menjaga kesehatan. Dengan pengaturan tidur yang baik, ibadah puasa dapat dijalankan secara optimal tanpa mengorbankan kondisi tubuh. (*/rom)