PADANG, METRO— Wakapolda Sumatra Barat (Sumbar), Brigjen Pol Solihin mengajak para santri menolak segala bentuk perundunganatau bullying dan menanamkan disiplin sejak dini saat menghadiri buka puasa bersama di Pondok Pesantren Dar El Iman, Padang.
Dalam kegiatan yang dihadiri para pejabat utama Polda Sumbar, pimpinan pesantren, pengurus yayasan, santri, dan masyarakat sekitar itu, Waka Polda menegaskan lingkungan pendidikan harus menjadi ruang aman untuk membentuk karakter dan akhlak generasi muda.
“Tidak boleh ada saling merendahkan, mengejek, ataupun menyakiti sesama. Jadilah pribadi yang saling menghormati dan saling menguatkan. Lingkungan yang baik akan melahirkan generasi yang kuat, “ ujarnya di hadapan para santri.
Brigjen Pol Solihin menekankan, kedisiplinan dalam ibadah, belajar, dan menaati aturan menjadi kunci keberhasilan di masa depan. Menurutnya, bangsa membutuhkan generasi berintegritas, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Pada kesempatan itu, Brigjen Pol Solihin juga menyampaikan bahwa peluang pengabdian melalui institusi Polri terbuka luas bagi generasi muda berprestasi, termasuk penghafal Alquran 30 juz.
“Ini kesempatan mengabdi kepada bangsa dan negara dengan tetap membawa nilai-nilai Qurani dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, “ katanya.
Selain menyapa santri, Brigjen Pol Solihin mengajak tokoh masyarakat dan pemuda sekitar pesantren untuk mendukung pembangunan pondok serta menjaga keamanan lingkungan.
“Saya mengingatkan agar tidak ada pungutan liar atau tindakan yang dapat menghambat proses pembangunan,” tegas dia.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan Polri dengan tokoh agama dan masyarakat.
“Melalui momentum Ramadan, kami ingin memperkuat silaturahmi dan sinergi untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sumbar, “ ujarnya.
Buka puasa bersama tersebut menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara kepolisian, pesantren, dan masyarakat dalam membangun generasi berkarakter sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Ranah Minang. (*)





