METRO SUMBAR

Pentingnya Protein di Menu Sahur, Rahasia Tahan Lapar Seharian

2
×

Pentingnya Protein di Menu Sahur, Rahasia Tahan Lapar Seharian

Sebarkan artikel ini
PROTEIN— Salah satu pentingnya protein saat puasa Ramadhan adalah membantu kenyang lebih lama.

BULAN suci Rama­dhan menjadi waktu istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus melatih pengendalian diri. Agar puasa berjalan lancar, perhatian terhadap asupan nutrisi saat sahur menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Salah satu zat gizi pen­ting yang kerap luput dari perhatian adalah protein.

Padahal, protein memiliki peran besar dalam menjaga energi, mempertahankan massa otot, serta membantu tubuh merasa kenyang lebih lama selama berpuasa. Tanpa asupan yang cukup, tubuh le­bih mudah lemas dan sulit berkonsentrasi. Karena itu, menu sahur sebaiknya dirancang lebih seimbang dengan memperhatikan kebutuhan protein harian.

Menurut World Health Organization (WHO), protein merupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan fungsi tubuh secara menyeluruh. Kekurangan protein dapat berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh. Hal ini tentu tidak diharapkan saat menjalani ibadah puasa yang membutuhkan stamina stabil.

Senada dengan itu, Har­vard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa protein membantu mengontrol rasa lapar dan menjaga keseimbangan energi. Manfaat ini sangat relevan selama Ramadhan, ketika waktu makan terbatas. Dengan asupan protein yang cukup, tubuh dapat beradaptasi lebih baik terhadap perubahan pola makan.

Baca Juga  Pengurus Dewan Pimpinan MUI Agam 2020-2025 Dikukuhkan

Berikut sejumlah alasan pentingnya protein saat sahur, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber kesehatan.

Membantu Kenyang Lebih Lama. Protein dikenal memiliki efek menge­nyangkan lebih tinggi di­bandingkan karbohidrat sederhana. Mengonsumsi makanan tinggi protein saat sahur dapat membantu menekan rasa lapar di siang hari. Dengan begitu, aktivitas ibadah dan pekerjaan dapat berjalan lebih optimal.

Menu seperti telur, tempe, tahu, ayam panggang, atau ikan bakar menjadi pilihan sumber protein yang mudah ditemukan. Jika dipadukan dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau kentang, komposisi sahur akan men­jadi lebih seimbang dan tahan lama.

Menjaga Massa Otot Selama Puasa. Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan da­lam waktu yang cukup pan­jang. Jika kebutuhan protein tidak tercukupi, tubuh bisa mengambil ca­dangan dari otot sebagai sumber energi. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan massa otot dan tubuh terasa lebih lemah.

Menstabilkan Kadar Gula Darah. Lonjakan dan penurunan gula darah se­ring menjadi penyebab rasa pusing atau lemas saat puasa. Protein membantu memperlambat pro­ses penyerapan glukosa dalam darah. Dengan de­mikian, energi tubuh dapat bertahan lebih stabil.

Baca Juga  Pemkab Dukung Giat Millenial Road Safety Festival Satuan Lantas

Mendukung Sistem I­mun. Perubahan pola tidur dan aktivitas selama Ramadhan dapat meme­ngaruhi daya tahan tubuh. Jika asupan nutrisi tidak optimal, risiko terserang penyakit bisa meningkat. Protein memiliki peran pen­ting dalam menjaga sistem imun tetap bekerja dengan baik.

Membantu Pemulihan dan Energi Harian. Selain menjaga stamina, protein juga berperan dalam proses pemulihan setelah akti­vitas fisik. Banyak orang tetap menjalani rutinitas kerja atau olahraga ringan selama Ramadhan. Tanpa asupan protein yang cukup, proses perbaikan sel dan jaringan tubuh bisa terhambat.

Secara keseluruhan, protein bukan sekadar pelengkap dalam menu sa­hur. Zat gizi ini berperan besar dalam menjaga energi, kestabilan gula darah, massa otot, hingga daya tahan tubuh. Dengan perencanaan menu yang seimbang, Ramadhan dapat dijalani de­ngan tubuh yang tetap bu­gar dan ibadah yang semakin khusyuk. (*/rom)