AGAM/BUKITTINGGI

Selasa Dinihari, Marapi kembali Erupsi, Wilayah Tanahdatar Diguyur Hujan Abu

7
×

Selasa Dinihari, Marapi kembali Erupsi, Wilayah Tanahdatar Diguyur Hujan Abu

Sebarkan artikel ini
ERUPSI— Kondisi Gnung Marapi yang mengalami erupsi pada Selasa (3/3) pukul 02.19 WIB.

AGAM, METROGunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar kembali  menunjukkan aktivitas vulkanik pada Selasa  (3/3) sekitar pukul 02.19 WIB. Dampaknya, sejumlah wilayah di Kabupaten Tanahdatar  diguyur hujan abu vulkanik.

Usai terdengar dentuman, gunung juga tampak mengeluarkan lava pijar dan kolom abu yang tinggi. Pada Selasa pagi, abu itu bertebaran di jalan, kendaraan hingga sayuran masyarakat. Hingga saat ini status Gunung Marapi tetap berada pada Level II atau Waspada.

Perkembangan aktivitas Gunung Marapi ini men­­jadi perhatian serius karena terjadi hanya berselang beberapa hari setelah letusan sebelumnya yang memuntahkan kolom abu setinggi 1.500 meter ke udara.

Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Da­y­a Mineral (ESDM), letusan terbaru terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan berdurasi sekitar 1 menit 25 detik, meskipun kolom abu tidak teramati secara visual dari pos pengamatan.

Baca Juga  PBM Sekolah di Bukittinggi Dimulai 18 Agustus

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam keterangan di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik namun kolom abu tidak teramati dari pos pengamatan.

“Sebelumnya pada Ming­­gu sore, 28 Februari 2026, gunung api bertipe strato vulkano ini menyemburkan abu vulkanik hingga 1.500 meter menurut catatan Pos Gunung Api setempat. Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II/Waspada,” kata dia.

Selain itu, Lana Saria menegaskan, Otoritas ge­o­logi merekomendasikan masyarakat, pendaki, serta wisatawan untuk tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek demi me­minimalkan risiko paparan material vulkanik.

Baca Juga  Nagari Lubuk Basung Pilot Project Program Desa Peduli Pemilu

“Warga yang tinggal di sekitar lembah, bantaran, serta aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terha­dap potensi lahar hujan terutama ketika curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut,” jelasnya.

Apabila terjadi hujan abu, kata Lana Saria, ma­syarakat diimbau menge­nakan masker guna melindungi saluran pernapasan dari partikel vulkanik yang dapat membahayakan ke­sehatan.

“Seluruh pihak juga diminta menjaga ketertiban informasi dengan tidak menyebarkan kabar bohong serta tetap mengikuti arahan resmi pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujar dia.

Lana Saria menambahkan, pemerintah daerah seperti Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Ka­bupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta aktif berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mau­pun Pos Pengamatan Gu­nung Marapi guna mem­­peroleh pembaruan data aktivitas terkini. (*)