AGAM, METRO— Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Selasa (3/3) sekitar pukul 02.19 WIB. Dampaknya, sejumlah wilayah di Kabupaten Tanahdatar diguyur hujan abu vulkanik.
Usai terdengar dentuman, gunung juga tampak mengeluarkan lava pijar dan kolom abu yang tinggi. Pada Selasa pagi, abu itu bertebaran di jalan, kendaraan hingga sayuran masyarakat. Hingga saat ini status Gunung Marapi tetap berada pada Level II atau Waspada.
Perkembangan aktivitas Gunung Marapi ini menjadi perhatian serius karena terjadi hanya berselang beberapa hari setelah letusan sebelumnya yang memuntahkan kolom abu setinggi 1.500 meter ke udara.
Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), letusan terbaru terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan berdurasi sekitar 1 menit 25 detik, meskipun kolom abu tidak teramati secara visual dari pos pengamatan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam keterangan di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik namun kolom abu tidak teramati dari pos pengamatan.
“Sebelumnya pada Minggu sore, 28 Februari 2026, gunung api bertipe strato vulkano ini menyemburkan abu vulkanik hingga 1.500 meter menurut catatan Pos Gunung Api setempat. Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II/Waspada,” kata dia.
Selain itu, Lana Saria menegaskan, Otoritas geologi merekomendasikan masyarakat, pendaki, serta wisatawan untuk tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek demi meminimalkan risiko paparan material vulkanik.
“Warga yang tinggal di sekitar lembah, bantaran, serta aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan terutama ketika curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut,” jelasnya.
Apabila terjadi hujan abu, kata Lana Saria, masyarakat diimbau mengenakan masker guna melindungi saluran pernapasan dari partikel vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan.
“Seluruh pihak juga diminta menjaga ketertiban informasi dengan tidak menyebarkan kabar bohong serta tetap mengikuti arahan resmi pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujar dia.
Lana Saria menambahkan, pemerintah daerah seperti Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta aktif berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi guna memperoleh pembaruan data aktivitas terkini. (*)





