BERITA UTAMA

Ekskavator Terbakar di Gudang Batu Bara, Pemilik Rugi Rp 1,5 Miliar

4
×

Ekskavator Terbakar di Gudang Batu Bara, Pemilik Rugi Rp 1,5 Miliar

Sebarkan artikel ini
EKSKAVATOR TERBAKAR—Petugas Damkar melakukan pemadaman api yang membakar ekskavator di gudang batu bara di Kecamatan Lubeg.

PADANG, METROSatu unit alat berat ekskavator merek Komatsu hangus terbakar di lokasi gudang batu bara di Kelurahan Parak Laweh Pulau Air Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Pa­dang, Selasa dinihari (2/3).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu mengakibatkan kerugian material ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. Namun, be­runtungnya insiden kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka.

Kepala Bidang Sarpras dan Operasional Dinas Dam­kar Kota Padang, Ri­naldi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, alat berat yang terbakar merupakan satu unit Excavator Komatsu.

“Kebakaran terjadi di lokasi gudang batu bara. Laporan masuk sekitar pukul 01.05 WIB. Kami langsung merespons dengan mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran dan total 70 personel ke lokasi kejadian,” kata Rinaldi.

Baca Juga  Jadi Penipu, IRT Tilap Uang Rp 300 Juta, Modusnya Imingi Korban Keuntungan dari Bisnis Pakaian

Rinaldi menambahkan, peristiwa itu pertama kali diketahui setelah seorang saksi melihat adanya percikan api dari bagian ba­wah ekskavator. Percikan ter­sebut dengan cepat mem­besar hingga membakar seluruh bagian alat berat.

“Melihat kobaran api yang semakin membesar, saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang,” jelas Rinaldi.

Mendapat laporan itu, kata Rinaldi, petugas Dam­kar Kota Padang langsung menurunkan personel ke lokasi kejadian. Tim tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 01.12 WIB dan segera melakukan upaya pemadam

Baca Juga  Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Gubernur Mahyeldi Minta OPD Percepat Realisasi APBD

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.03 WIB se­telah melakukan pe­nyem­­protan dan pendinginan untuk memastikan ti­dak ada titik api tersisa. Upaya ini mencegah api menyebar ke area gudang batu bara seluas sekitar 1.000 meter persegi yang berada di sekitar lokasi kejadian,” ujar Rinaldi.

Dikatakan Rinaldi, pemilik alat berat Micho Friakie (28), ditaksir mengalami kerugian material mencapai Rp1,5 miliar akibat peristiwa kebakaran tersebut. Selain itu, dipastikan tidak ada korban jiwa da­lam peristiwa tersebut.

“Terkait penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Kepolisian,” tukasnya. (*)