AGAM, METRO— Bupati Agam, Benni Warlis, menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ali Jamil, di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Minggu (1/3). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung rencana rehabilitasi dan pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir bandang.
Lahan yang disurvei memiliki luas sekitar 69 hektare dengan kategori rusak sedang. Kerusakan itu terjadi akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu, sehingga berdampak pada produktivitas pertanian masyarakat.
Ali Jamil menjelaskan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi lahan pertanian berskala besar yang tengah dijalankan pemerintah, khususnya di wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam.
“Program ini difokuskan pada pemulihan infrastruktur sawah, jaringan irigasi, dan sarana produksi untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Agam segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar proses rehabilitasi dapat berjalan cepat dan terukur. Menurutnya, percepatan pemulihan menjadi kunci agar petani dapat kembali beraktivitas secara normal.
Ali Jamil menegaskan, sedikitnya 10 unit alat berat perlu dikerahkan untuk mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan. Dengan dukungan peralatan yang memadai, proses perbaikan diharapkan dapat selesai sesuai jadwal.
“Mudah-mudahan dengan adanya alat berat dan semangat gotong royong masyarakat, pengerjaan ini dapat diselesaikan sesuai jadwal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Afniwirman, mengungkapkan bahwa berdasarkan data, total lahan pertanian yang mengalami kerusakan di Kecamatan Tanjung Raya mencapai sekitar 400 hektare dan tersebar di sejumlah nagari.
“Untuk wilayah Koto Kaciak, seluas 69 hektare sudah masuk dalam CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi), yaitu proses identifikasi, verifikasi, dan penetapan petani serta lahan yang akan menerima bantuan pemerintah, baik melalui APBD maupun APBN,” jelasnya.
Afniwirman juga menyebutkan bahwa Nagari Koto Kaciak tengah dipersiapkan sebagai salah satu calon lokasi kunjungan Menteri Pertanian yang direncanakan pada Rabu mendatang. Hal ini menjadi peluang untuk memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan pemulihan pertanian di daerah tersebut.
Ia mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan program rehabilitasi. Menurutnya, keberhasilan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah semata.
“Suatu program tidak akan berhasil jika hanya pemerintah yang berperan. Keberhasilan sangat ditentukan oleh kebersamaan dan partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Bupati Benni Warlis menyambut baik kunjungan Sekjen Kementan tersebut. Ia berharap momentum ini dapat mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memulihkan sektor pertanian.
Menurutnya, sinergi lintas tingkatan pemerintahan sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan lahan serta menjaga ketahanan pangan daerah di tengah tantangan pascabencana. (pry)





