DHARMASRAYA, METRO— Kebakaran besar terjadi di dua lokasi berbeda di Kabupaten Dharmasraya dalam rentang waktu tiga jam, pada Senin dinihari (2/3), saat masyarakat sedang tertidur pulas. Beruntung, musibah kebakaran ini tidak menimbulkan korban meninggal maupun korban luka-luka.
Peristiwa kebakaran pertama dilaporkan terjadi pukul 00.18 WIB di Jorong Maromou, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung. Kebakaran kedua menyusul pada pukul 03.27 WIB di Jorong Lubuk Lesung, Nagari Pulau Mainan, Kecamatan Koto Salak.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Dharmasraya, Yunisman, membenarkan adanya dua kejadian kebakaran besar tersebut. Menurutnya, proses pemadaman tidak menemukan kendala dan bisa dilakukan dengan cepat.
“Kejadian kebakaran di Kecamatan Pulau Punjung selesai dipadamkan pukul 01.40 WIB, sedangkan di Kecamatan Koto Salak pemadaman berakhir pukul 05.02 WIB,” kata Yunisman saat dihubungi lewat sambungan telepon.
Dijelaskan Yunisman, proses pemadaman api di dua lokasi kebakaran Dharmasraya itu berlangsung lancar karena akses jalan tidak mengalami hambatan. Cepatnya armada menuju lokasi kebakaran disebabkan minimnya aktivitas masyarakat pada dini hari.
“Selama pelaksanaan pemadaman, situasinya berjalan dengan keadaan aman dan kondusif. Kebakaran terjadi saat pemilik rumah sedang tertidur sehingga api lebih dulu diketahui oleh tetangga korban,” ungkapnya.
Pada kebakaran pertama di Pulau Punjung, ungkap Yunisman, regu Pos Damkar menerima laporan via telepon dari warga yang melihat api sudah membesar di rumah semi permanen. Sebanyak lima personel dan satu unit mobil damkar langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Akibat kebakaran di Jorong Maromou menghanguskan dua unit rumah semi permanen dan satu unit sepeda motor. Api pada peristiwa pertama berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.44 WIB dengan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik dan kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta,” jelasnya.
Yunisman menambahkan, berselang tiga jam setelah kejadian pertama, laporan kebakaran kedua kembali diterima regu Pos Damkar Koto Baru dari warga yang melihat kobaran api di kawasan ruko. Sebanyak dua unit armada dari Pos Damkar Koto Baru dan Pos Blok B dengan sembilan personel langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Koto Salak.
“Pukul 03.55 WIB petugas sampai di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman hingga selesai pukul 05.02 WIB. Kebakaran kedua tersebut menghanguskan tiga petak ruko, satu ram timbangan sawit, satu sepeda motor dan satu unit mobil dengan dugaan sementara juga akibat korsleting listrik,” ujar dia.
Yunisman memperkirakan total kerugian akibat kebakaran di Koto Salak mencapai Rp1 miliar sehingga akumulasi kerugian dua kebakaran Dharmasraya itu menembus angka fantastis. Momentum Ramadan yang membuat sebagian rumah ditinggal pemiliknya untuk beribadah turut menjadi perhatian petugas damkar.
“Kalau imbauan tetap kami sampaikan di masjid setiap salat Subuh, Isya dan Tarawih berjamaah untuk memastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Kami mengingatkan warga Dharmasraya agar memeriksa instalasi listrik, mencabut peralatan elektronik, dan memastikan kompor dalam kondisi mati guna mencegah kebakaran saat rumah kosong,” tutupnya. (dpr)





