BERITA UTAMA

Kesal Lantaran Seringnya Pemadaman Listrik, Ratusan Warga Geruduk Kantor PLN Mentawai

11
×

Kesal Lantaran Seringnya Pemadaman Listrik, Ratusan Warga Geruduk Kantor PLN Mentawai

Sebarkan artikel ini
UNJUK RASA— Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PLN ULP Mentawai, Senin (2/3).

MENTAWAI, METRORatusan warga terdiri dari  Organisasi KNPI , GAMNI, GMNI, Ansor, PP, Pemuda Katolik, GAMKI bersama Warga Tuapejat melakukan aksi damai bertajuk Mentawai Terang di Kantor PLN Sipora Utara, Senin (2/3).

Aksi itu dipicu atas kekesalan warga terkait pemadaman listrik yang tidak sesuai dengan jadwal pemadamannya. Kekecewaan men­dalam tengah dirasakan masyarakat Pulau Sipora Utara (Tuapejat) .

“Parahnya saat memasuki bulan suci Ramadan, warga harus menghadapi persoalan klasik berupa pemadaman listrik secara mendadak yang terjadi hampir setiap malam tanpa jadwal yang jelas,” ungkap Koordinator lapangan aksi damai Mentawai terang, Weljan Ridho Pagora

Dikatakannya,  aksi ga­bungan Ormas bergerak dari Mapadeggat menuju ke KANTOR PLN di Jalan Raya Tuapejat Km 2 Tuapejat mempergunakan kendaraan roda empat dan roda dua untuk menyampaikan pernyataan sikap dengan pengawalan ketat oleh aparat Kepolisian, TNI  dan Satpol PP.

Di hadapan Menejer PLN Mentawai, Weljan Ridho Pagora mewakili unsur masyarakat dan pendemo menyampaikan tuntutan terhadap pihak PLN.

Baca Juga  Asap Bikin Resah, Pemprov Sumbar Malah Tenang Saja

“Kami masyarakat su­dah terlalu lama dirugikan lantaran seringnya pemadaman listrik. Akibanya Televisi, kulkas, mesin cuci, charger, komputer rusak aki­bat listrik padam men­dadak. Barang elektronik kami terbakar akibat listrik mati mendadak,” tegas Weljan.

Selain itu, kata Weljan, pelaku usaha kecil kehilangan omzet karena freezer mati, es krim mencair, makanan basi. Bengkel dan tukang las tidak bisa bekerja berjam-jam bahkan berhari-hari.

“Toko pulsa, wamet, dan usaha fotokopi kehilangan pelanggan. Anak sekolah tidak bisa belajar malam hari. Rumah sakit, puskesmas, dan pelayanan publik terganggu,” tutur dia.

Menurut Weljan, ma­syarakat tidak mampu mem­beli genset dan stabilizer mahal karena listrik tidak stabil. Tagihan listrik tetap harus dibayar penuh meskipun listrik sering pa­dam! Ini bukan keluhan kecil.  “Ini kerugian besar masyarakat,”  jelas Weljan Ridho Pagora.

Untuk itu, tegas Weljan, pihaknya meminta penjelasan resmi penyebab seringnya listrik padam dan jadawal pemadaman yang tepat waktu. Ia juga meminta tidak ada lagi pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan.

“Tuntutan keempat, ka­mi meminta ganti rugi kerusakan alat elektronik ma­syarakat. Kelima, mendesak PLN memperbaiki jaringan dan menstabilkan listrik,” tegasnya.

Baca Juga  Gerindra Bukittinggi Usulkan Gibran jadi Cawapres Prabowo

Secara Hukum, menurut UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan Masyarakat berhak men­dapatkan listrik yang andal dan berkualitas, dan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Konsumen berhak atas kenyamanan, ke­ama­nan, dan ganti rugi.

Peraturan Menteri ESDM No. 27 Tahun 2017 Pelanggan berhak atas kompensasi bila pelayanan listrik tidak memenuhi stan­dar.Jangan abaikan penderitaan masyarakat! Jika tidak ada solusi nyata, kami akan terus menyuarakan hak kami secara damai dan konstitusional, Listrik adalah kebutuhan da­sar rakyat! Pelayanan buruk harus diperbaiki seka­rang juga jelasnya

Kedatangan massa disambut langsung oleh Ma­najer PLN Sipora Utara, Hadi Permana. Dalam dialog yang berlangsung di halaman kantor, sempat terjadi ketegangan antara massa aksi dan pihak PLN. Situasi memanas ketika sebagian peserta aksi mem­bakar ban bekas sebagai bentuk protes atas belum adanya kepastian solusi dari pihak PLN. (rul)