METRO BISNIS

Tolak Paham Radikalisme dan Intoleran, Buya Muhammad Elvi Syam Ajak Masyarakat Merawat Kebersamaan dan Kebhinnekaan

0
×

Tolak Paham Radikalisme dan Intoleran, Buya Muhammad Elvi Syam Ajak Masyarakat Merawat Kebersamaan dan Kebhinnekaan

Sebarkan artikel ini
Buya Muhammad Elvi Syam

SOLOK, METRO— Maraknya aksi terorisme dan sikap intoleran yang menghiasi Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini, secara tak langsung berdampak terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. Hal tersebut kian diperparah karena stigma teroris kadang dikaitkan dengan Islam.

Fenomena ini tentu me­ngundang perhatian tokoh masyarakat dan ulama di berbagai daerah, termasuk di Solok. Dalam pandangan Buya Muhammad Elvi Syam, Lc., M.A., ajaran Islam sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kemanusiaan.

“Dalam Islam, menjaga silaturahmi antar sesama muslim, antar agama, dan antar bangsa adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada satu pun ajaran dalam Islam yang membolehkan menyakiti sesama. Kita diperintahkan untuk menjaga hubungan antar manusia dengan penuh adab dan aturan,” ungkap Buya Muhammad Elvi Syam di Solok.

Baca Juga  Musim Kemarau, Mentan Pastikan Gudang Bulog Penuh

Lebih lanjut, Buya Muhammad Elvi Syam memaparkan bahwa jangankan menyakiti secara fisik, me­nyakiti perasaan dan merendahkan martabat seseorang pun sangat dilarang dalam Islam. Tidak layak seorang muslim mengabaikan atau memandang sebelah mata ajaran Rasulullah SAW yang menebarkan kasih sayang dan rahmat bagi seluruh alam.

“Ajaran Islam sangatlah sempurna, terutama dalam mengatur hubu­ngan manusia dengan ma­nusia. Islam mengajarkan saling menghargai, saling menyayangi, serta berto­leransi dalam kehidupan bermasyarakat,” lanjutnya.

Buya Muhammad Elvi Syam juga menyoroti maraknya sikap intoleran di era kebebasan media sosial yang berpotensi mengganggu keutuhan kebhinekaan di Indonesia. Terkait aksi terorisme, bom bunuh diri, radikalisme, dan sikap intoleran, menurutnya semua itu sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Baca Juga  Layani Pengembangan Sektor Industri, PLN Tuntaskan Pembangunan Gardu Induk 150 kV Sudan di Kalteng dengan Kandungan TKDN 79,34 Persen

“Jangankan membu­nuh orang lain, merusak harta dan mencederai mar­tabat sesama manusia saja jelas haram hukumnya. Termasuk mencaci ma­ki dan menjelekkan sesama, itu sangat dilarang dalam Islam,” tegasnya.

Melalui kesempatan tersebut, Buya Muhammad Elvi Syam mengajak umat Islam untuk merawat kebersamaan dan kebhinnekaan dalam bingkai NK­RI yang Rahmatan lil ‘Ala­min.

Buya Muhammad Elvi Syam juga menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk terorisme, radikalisme, dan sikap intoleran yang dilakukan oleh segelintir pihak, karena hal tersebut nyata-nyata bertentangan dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam. (*)