METRO PADANG

Evaluasi Program MBG, Lemahnya Keterbukaan Informasi Pihak SPPG ke Pemko, Wawako: Masih Ada SPPG Belum Kantongi Sertifikat Higienis

6
×

Evaluasi Program MBG, Lemahnya Keterbukaan Informasi Pihak SPPG ke Pemko, Wawako: Masih Ada SPPG Belum Kantongi Sertifikat Higienis

Sebarkan artikel ini

AIA PACAH, METROWakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, membuka Rapat Evaluasi Pe­laksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang,Aia Pacah, Jumat (27/2).

Wawako menegaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan program nasional tersebut berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ia menyebutkan, dari hasil pembahasan ditemukan beberapa catatan penting yang perlu segera mendapat perhatian.

Salah satu poin utama adalah masih adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memiliki sertifikat higienis. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian serius agar standar keamanan dan kelayakan dapur tetap terjaga.

“Dari evaluasi hari ini ada beberapa catatan. Yang pertama, masih ada SPPG yang belum memiliki sertifikat higienisnya. Tentu ini perlu penegasan. Namun yang menjadi persoalan, kewenangan se­penuhnya berada di Badan Gizi Nasional,” ujar Maigus Nasir.

“Pemerintah Kota Padang mengimbau agar Badan Gizi Nasional memberikan penegasan yang lebih kuat terkait pemenuhan seluruh persyaratan dapur SPPG, sehingga jika terjadi permasalahan di lapangan, tanggung jawabnya jelas dan tidak menimbulkan polemik,” imbuhnya.

Selain persoalan sertifikasi, Maigus Nasir juga menyoroti masih lemahnya keterbukaan informasi dari pihak SPPG kepada pemerintah daerah. Padahal menurutnya, transpa­ransi sangat penting agar pemerintah dapat menyampaikan perkembangan program secara utuh kepada masyarakat.

Baca Juga  Bank Nagari Serahkan Kontainer Sampah untuk Pemko Padang

“Ke depan, keterbukaan ini perlu diperkuat. Pemerintah daerah harus mengetahui secara jelas pelaksanaan di lapangan, supaya apa yang dilakukan SPPG bisa kita komunikasikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Meski terdapat sejumlah catatan, Maigus Nasir menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang te­tap mendukung penuh Program MBG sebagai program strategis nasional. Ia berharap pelaksanaannya semakin baik dan tidak tercederai oleh hal-hal teknis yang sebenarnya bisa dicegah.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa manfaat MBG tidak hanya sebatas pemenuhan gizi dan protein bagi anak-anak, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.

“Kita tidak hanya melihat makanan bergizi ini sekadar memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Harapan kita, program ini juga mampu mendorong perbaikan dan peningkatan ekonomi UMKM lokal melalui keterlibatan dalam rantai pasok,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas MBG Kota Padang sekaligus Kepala Dinas Perikanan dan Pa­ngan Kota Padang, Alfiadi, menjelaskan bahwa hingga saat ini program MBG telah menjangkau 59 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani 460 sekolah di sepuluh kecamatan.

Baca Juga  Andre Rosiade Bagikan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir Padang

“Kita sudah layani 460 sekolah di sepuluh kecamatan,” tegas Alfiadi.

Hingga Februari 2026, total penerima manfaat MBG di Padang telah mencapai 143.056 orang. Semua itu terdiri dari peserta di­dik PAUD hingga SMA yang berjumlah 128.348 jiwa. Kemudian ibu hamil dan me­nyusui sebanyak  11.340 jiwa. Serta pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 3.368 jiwa.

“Realisasi saat ini sudah mencapai 50,91%,” ungkap Alfiadi.

Kota Padang menargetkan, di tahun 2026 ini dapat menambah 41 unit SPPG lagi.  Sehingga total SPPG menjadi 96 unit. “Semua itu guna memastikan seluruh anak di Kota Padang terla­yani,” ujar Alfiadi.

Di rapat itu, sejumlah kepala OPD juga menyampaikan dukungan terhadap program MBG. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Yoice Yuliani. Menurutnya, pihaknya menyiapkan 119 kelompok tani dan KWT untuk menyuplai bahan baku lokal.

“Kita siapkan 119 ke­lompok tani yang me­nyuplai bahan baku seperti sayuran dan telur ayam ras ke dapur MBG,” terangnya. (oza)