BERITA UTAMA

Qanaah

0
×

Qanaah

Sebarkan artikel ini
Oleh: Arry Yuswandi (Sekda Provinsi Sumbar)

BERLOMBA-lomba me­n­gejar dunia. Tak pernah puas, selalu merasa belum cukup, mewarnai kehidupan hamba saat ini.

Membandingkan ca­pai­an dunia orang lain dengan capaian dunia kita. Menilai keberhasilan dan ke­suksesan dengan po­sisi, jabatan, ke­ka­yaan, aset yang di­miliki menjadi in­di­kator dan meng­hiasi kehidupan.

Kata “puas” un­tuk dunia tak lagi di­kenal. Per­lom­ba­an tak ter­koordinir terus berlangsung demi ambisi dunia. Di tengah per­lom­baan yang tak be­rujung dan kata puas yang hilang dari ka­mus kehidupan, Allah ha­dirkan Bulan Ramadan,

Bulan yang mulia, bulan pembuktian, bulan yang membuat ambisi dunia bukan segalanya, kata puas­ walau tak terungkap tapi dirasakan. Ramadan membuat “rasa cukup” begitu berharga. Betapa Allah menyayangi hamba Nya dengan Ramadan.

Baca Juga  Polda Sumbar Dirikan Dapur Umum dan Kerahkan Tim Trauma Healing

Puasa, Tarawih, Ta­da­rus, Sedekah, dan Zakat.  Hadir membersamai para hamba. Tak terasa begitu cepat terasa, tersadar ke­tika waktunya akan ber­akhir .Ramadhan tak bisa ditahan.

Mudah-mudahan ada “Qanaah” yang menjadi “pakaian baru” setelah sebulan mengumpulkan modal di bulan Ramadan.

Lihatlah orang yang berada di bawahmu (da­lam masalah harta dan dunia) dan janganlah Eng­kau me­lihat orang yang berada di atasmu. De­ngan demikian, hal itu akan membuatmu tidak me­remehkan nikmat Allah padamu.” (H.R. Bu­khari dan Muslim).

Baca Juga  Setia ke AHY, Demokrat Pessel Tolak Hasil KLB

Begitu “Sang Teladan” manusia mengingatkan para pengikutnya yang setia, Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim. Malas bukan kebiasaan hamba…

Dunia bukan tempat terakhir hamba. Terus be­rusaha dan menerima ha­sil­nya dengan ridha adalah kehidupan kami.

Jiwa yang tenang men­jadi bekal kami. Syukur menyinari hari-hari kami. Tamak dan iri jadi musuh kami. Jadikan kami hamba Mu yang Qanaah. (*)